Sabtu, 04 September 2010

PENDIDIKAN AGAMA DI TENGAH KOMUNITAS BARAT

(Islam Adalah Rahmat
Untuk Seluruh Alam Semesta)
Oleh:
Sheikh Salim Alwan al Hasaniy –Hafizhahullah-
(Ketua Umum Darul Fatwa di Australia)
Disampaikan Pada:
ICIS
(Internasional Conference of Islamic Scholars)
Hotel Borobudur-Jakarta, 20-22 Juni 2006
www.darulfatwa.org.au 2
الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على رسول الله وعلى جميع إخوانه
من النبيين والمرسلين وءال كلّ وصحب كلّ وسائر الصالحين، أماّ بعد
يقول الله تعالى:
Biodata Sheikh Salim Alwan al Hasaniy
· Lahir di Beirut – Lebanon pada tahun 1968
· Lulusan Sekolah Menengah Negeri Lebanon tahun 1987
· Lulusan Tsanawiyah Syar'iyah (Aliyah) Aleppo-Syiria
tahun 1992
· Lulusan Sarjana Adab dengan nilai yudisium Sangat Baik
dari program Dirasat Islamiyah Fakultas Ushuluddin, al
Hadits Wa 'Ulumuhu, Global University – Lebanon tahun
1995
· Lulusan Diploma Syari'ah dengan nilai yudisium Sangat
Baik dari Universitas Islam di Kiev – Ukrania tahun 1996
www.darulfatwa.org.au 3
· Sedang menyelesaikan studi Magister pada Fakultas
Ushuluddin jurusan Hadits di Universitas al Azhar Mesir
· Memperoleh ijazah (sanad keilmuan) di bidang ulumul
Qur'an, tafsir, hadits, fiqih, sirah, bahasa dan lainnya dari
beberapa negara di antaranya Lebanon, Syiria, Palestina,
Yordania, Mesir, Turki, Marokko, Yaman, Afrika,
Indonesia, Pakistan, India dan lainnya.
· Pernah menjabat beberapa jabatan resmi dan non formal
(keagamaan).
· Penceramah, Dai dan pemateri seminar pada beberapa
Universitas, Pesantren dan mesjid di beberapa negara
antara lain Lebanon, Syiria, Palestina, Yordania, Mesir,
Moskow, Ukrania, Daghistan, Indonesia, Malaysia,
Australia dan lainnya.
· Menulis, menghimpun dan mentahqiq beberapa karangan,
risalah, fatawa baik yang telah dicetak atau masih dalam
bentuk manuskrip.
· Sekarang menjabat sebagai Ketua Umum Darul Fatwa di
Australia; Darul Fatwa termasuk Lembaga keislaman
terbesar yang membawahi beberapa Organisasi, Yayasan,
Masjid, dan Islamic Center di beberapa negara bagian
Australia. Beranggotakan bermacam-macam warga negara;
Arab, Indonesia, Afghanistan, Pakistan, Afrika, Harar,
Bosnia, Turki, Bangladesh dan lainnya.
PENDIDIKAN AGAMA
DI TENGAH KOMUNITAS BARAT
Oleh:
Ketua Umum Darul Fatwa di Australia
Sheikh Salim Alwan al Hasaniy –Hafizhahullah-
MUKTAMAR INTERNASIONAL II
PARA ULAMA DAN CENDEKIAWAN MUSLIM
DI JAKARTA 20-22 JUNI 2006
"ISLAM ADALAH RAHMAT UNTUK SELURUH ALAM
SEMESTA".
Segala puji bagi Allah tuhan seluruh alam, semoga Allah
memberikan rahmat serta kemuliaan kepada pemimpin kita
Sayyidina Muhammad seorang nabi yang terpercaya, serta kepada
saudara-saudaranya dari kalangan para nabi dan rasul, juga
keluarga dan para sahabatnya yang baik dan suci. Amma ba'du,
www.darulfatwa.org.au 4
Para Hadirin
Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Allah ta'ala berfirman tentang Nabi Muhammad dalam al
Qur'an al Karim:
وما َأرسلْناك ِإلاَّ رحمةً للْعالَمين & قُلْ ِإنما يوحى ِإَلي َأنما ِإَلهكُم ِإَله 
(108- سورة الأنبياء: 107 )  واحد فَهلْ َأنتم مسلمونَ
Maknanya: "Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk
(menjadi) rahmat bagi semesta alam. Katakanlah: Sesungguhnya yang
diwahyukan kepadaku adalah bahwasanya Tuhanmu adalah Tuhan yang
Esa, maka hendaklah kamu berserah diri (kepada-Nya)" (Q.S. al
Anbiyaa': 107-108)
Allah telah mengutus para nabi seluruhnya dari mulai nabi
Adam hingga nabi penutup Muhammad shallallahu 'alayhi wasallam
dengan satu agama yaitu Islam. Agama Islam juga merupakan
agama para malaikat 'alayhimussalam. Allah ta'ala telah menjadikan
agama yang agung ini sebagai Diin 'Adl wa I'tidal; agama keadilan
dan sikap tengah-tengah (moderat), agama petunjuk dan rahmat,
sungguh sangat beruntung orang yang berpegangteguh
dengannya dan membelanya.
Sungguh suatu kehormatan bagi kami, berada di hadapan anda
semua merepresentasikan Darul Fatwa di Australia untuk
mempresentasikan paper kami tentang "Pendidikan Agama di
tengah Komunitas Barat". Secara singkat, kami akan menjelaskan
hal-hal berikut:
- Islam Agama Keadilan dan Moderat
- Islam Agama Petunjuk dan Rahmat
- Urgensi Dakwah Islam dan Keutamaannya
- Dakwah Islam di Tengah Komunitas Barat
- Pentingnya Memulai Dakwah seperti yang dilakukan oleh
Para Nabi
- Ummat Islam dan Ilmu Agama di Negara-negara
Perantauan
- Mengacu kepada Terjemahan yang Terpercaya dan Sahih
- Hubungan dengan Media Massa di Masyarakat Barat
- Pengalaman Darul Fatwa di Australia
- Penutup
Inilah hal-hal yang akan kami sampaikan, dan kami memohon
kepada Allah ta'ala agar menjadikan amal kita ini semata untuk
mencari ridla-Nya dan diterima oleh-Nya.
Kami memulai presentasi ini dengan bertawakkal kepada Allah
ta'ala serta memohon taufiq dan petunjuk-Nya kepada kebenaran.
Islam Agama Keadilan dan Moderat
Allah ta'ala telah memilih untuk ummat Islam Manhaj yang
mesti diikuti dan telah menjelaskan jalan untuk mereka lalui. Jalan
tersebut adalah jalan lurus yang tidak bengkok. Jadi ummat Islam
adalah ummat al Wasathiyyah, agamanya adalah di garis tengah
antara orang yang berlebih-lebihan dan orang yang
meninggalkannya. Wasathiyyah Islam dan keluesannya tidak
diambil dari selera, kecenderungan dan pendapat pribadi orang,
tetapi diambil dan teks-teks syara'. Agama Islam dan orang yang
berpegangteguh dengan Islam dengan dibekali ilmu, terbebas dan
terlepas dari penyimpangan dari jalur Wasath. Orang yang
menyimpang dari Wasathiyyah Islam, dengan sikap berlebihlebihan
atau menjauhi Islam, tidak mewakili atau
merepresentasikan Islam melainkan merepresentasikan dirinya
sendiri.
www.darulfatwa.org.au 5
Syari'at Islam menyeru kepada sikap tengah-tengah (I'tidal) dan
melarang sikap ekstrimisme yang disebut dengan beberapa istilah,
di antaranya Ghuluww (berlebih-lebihan) dan Tanaththu' (sangat
ketat dan memaksa diri). Orang yang membaca dalil-dalil berikut
ini akan nampak jelas baginya bahwa Islam melarang sikap
Ghuluww:
Allah ta'ala berfirman:
ِإنَّ اللهَ يأْمر ِبالْعدلِ والإِحسان وِإيتائِ ذي الْقُربى وينهى عنِ الْفَحشاءِ 
( سورة النحل: 90 )  والْمنكَرِ والْبغيِ
Maknanya: "Sesungguhnya Allah menyuruh kamu berlaku adil dan
berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang
dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan " (Q.S. an-Nahl:
90)
Imam Ahmad meriwayatkan dalam Musnad-nya, an-Nasa-i dan
Ibnu Majah dalam Sunan-nya dan al Hakim dalam Mustadrak-nya
dari Ibnu Abbas –radliyallahu 'anhu- bahwa Nabi bersabda:
" يا َأيها النا  س، ِإيا ُ كم والْغلُو في الدينِ، فَإِنه َأهلَك من كَانَ قَبلَكُم الغلُو
في الدينِ".
Maknanya: "Wahai manusia, jauhilah sikap berlebih-lebihan dalam
agama, sesungguhnya hal yang membinasakan ummat-ummat sebelum
kalian adalah sikap berlebih-lebihan dalam beragama".
Sabda Nabi: " ِإيا ُ كم والْغُلو في الدينِ " adalah bermakna umum tentang
segala bentuk ghuluww; sikap berlebih-lebihan, dalam keyakinan
dan perbuatan. Ghuluww adalah melampaui batas.
Dari Ibnu Mas'ud –radliyallahu 'anhu- dari Nabi shallallahu
'alayhi wasallam bahwa beliau bersabda:
" هلَك الْمتنطِّعونَ" (رواه مسلم)
Maknanya: "Sungguh binasa orang-orang yang berlebih-lebihan dan
memaksa diri". (H.R. Muslim)
Yakni orang-orang yang memaksa diri, berlebih-lebihan dan
melampaui batas-batas agama dalam perkataan dan perbuatan
mereka.
Islam Agama Petunjuk dan Rahmat
Allah ta'ala berfirman:
يا َأيها النا  س قَد جاءَتكُم موعظَةٌ من ربكُم وشفَاءٌ لما في الصدورِ  
وهدى ورحمةٌ للْمؤمِنين & قُلْ ِبفَضلِ اللهِ وِبرحمته فَِبذَلك فَلْيفْرحوا هو
(58- سورة يونس: 57 )  خير مما يجمعونَ
Maknanya: "Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu
pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang
berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang
beriman. Katakanlah: Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah
dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah
lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan" (Q.S. Yunus: 57-58)
فَِبما رحمة من اللهِ لنت َلهم وَلو كُنت فَظًا غَليظَ الْقَلْبِ َلانفَضوا من 
حولك فَاعف عنهم واستغفر َلهم وشاوِرهم في الأَمرِ فَإِذَا عزمت فَتوكَّلْ
( سورة ءال عمران: 159 )   علَى اللهِ ِإنَّ اللهَ يحب الْمتوكِّلين
Maknanya: "Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku
lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi
berhati kasar tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena
itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka dan
bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila
www.darulfatwa.org.au 6
kamu telah membulatkan tekad maka bertawakkal-lah kepada Allah.
Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya
" (Q.S. Ali 'Imran: 159)
َلقَد جاءَكُم رسولٌ من َأنفُسِكُم عزِيز علَيه ما عِنتم حرِيص علَيكُم 
( سورة التوبة: 128 )   ِبالْمؤمِنين رءُوف رحيم
Maknanya: "Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari
kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan
(keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang
terhadap orang-orang mukmin" (Q.S. at-Taubah: 128)
Jadi Islam adalah agama kebaikan, perdamaian dan rahmat untuk
ummat manusia. Islam mengajak kepada sikap tarahum; saling
menyayangi. Islam menjadikan rahmat sebagai salah satu bukti
kesempurnaan iman. Seorang muslim jika bertemu dengan orang
maka di hatinya terpendam rasa kasih sayang dan tersimpan niat
baik di relung kalbunya. Dia akan berbuat baik kepada mereka,
meringankan beban mereka dan mengasihi mereka. Rasa kasih
sayang yang dituntut bukanlah terbatas untuk orang yang dikenal,
kerabat atau teman dekat, tetapi yang dituntut adalah rahmat yang
menyeluruh yang mencakup umumnya orang. Hadits-hadits
Rasulullah menunjukkan keumuman ini dalam memberikan
rahmat dan menganjurkan untuk menyebarkan rahmat.
Dari Abu Hurairah radliyallahu 'anhu berkata: Rasulullah
shallallahu 'alayhi wasallam bersabda:
"لاَ يرحم اللهُ من لاَ يرحم الناس" (رواه البخاري)
Maknanya: "Allah tidak merahmati orang yang tidak menyayangi sesama
manusia" (H.R. al-Bukhari).
Dalam riwayat lain:
"من لاَ يرحم لاَ يرحم" رواه البخاري ومسلم
Maknanya: "Orang yang tidak menyayangi (sesamanya), tidak dirahmati"
(H.R. al Bukhari dan Muslim).
Al Hafizh Ibnu Hajar dalam kitabnya Fathul Bari Syarh Shahih al
Bukhari pada kitab al Adab bab Menyayangi Manusia dan Binatang
mengatakan: "Ibnu Baththal berkata: Dalam hadits ini terdapat anjuran
agar memberikan kasih sayang kepada semua makhluk, termasuk dalam
hal ini; orang mukmin, orang kafir, binatang-binatang baik yang dimiliki
atau yang tidak dimiliki. Juga masuk dalam pengertian rahmah
(menyayangi); merawatnya dengan memberinya makan, minum,
meringankan beban barang bawaan dan tidak berlaku zhalim dengan
memukulnya".
Termasuk dalam pengertian rahmah sebagaimana
diperintahkan oleh Islam adalah berdakwah, menyerukan ajaran
Islam dengan penuh hikmah dan mauizhah hasanah, mengajak
kepada kebaikan serta mencegah kemungkaran, Allah ta'ala
berfirman:
والْمؤمنونَ والْمؤمنات بعضهم َأولياءُ بعضٍ، يأْمرونَ ِبالْمعروف وينهونَ 
عنِ الْمنكَرِ ويقيمونَ الصلاَةَ ويؤتونَ الزكَاةَ ويطيعونَ اللهَ ورسوَله، ُأوَلئك
( سورة التوبة : 71 )   سيرحمهم اللهُ، ِإنَّ اللهَ عزِيز حكيم
Maknanya: "Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan,
sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka
menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar,
mendirikan sholat, menunaikan zakat dan mereka taat kepada Allah dan
Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya
Allah maha kuat lagi maha bijaksana" (Q.S. at-Taubah: 71)
Urgensi Dakwah Islam dan Keutamaan-keutamaannya
Allah ta'ala berfirman:
www.darulfatwa.org.au 7
ولْتكُن منكُم ُأمةٌ يدعونَ ِإَلى الْخيرِ ويأْمرونَ ِبالْمعروف وينهونَ عنِ 
( سورة ءال عمران : 104 )  الْمنكَرِ، وُأوَلئك هم الْمفْلحونَ
Maknanya: "Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan ummat yang
menyeru kepada kebaikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah
dari hal yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung" (Q.S. Ali
'Imran:104)
Allah ta'ala berfirman menceritakan tentang Nabi Nuh
'alayhissalam:
( سورة الأعراف : 62 )   وَأنصح َلكُم 
Maknanya: "Aku (Nuh) memberi nasehat kepadamu " (Q.S. al
A'raaf:62)
Dan tentang Nabi Hud 'alayhissalam Allah berfirman:
( سورة الأعراف : 68 )   وَأنا َلكُم ناصح َأمين 
Maknanya: "Dan aku (Hud) hanyalah pemberi nasehat yang terpercaya
bagimu" (Q.S. al A'raaf: 68)
Allah subhanahu wa ta'ala memerintahkan kepada Nabi
Muhammad shallallahu 'alayhi wasallam agar menjelaskan bahwa
dakwah (mengajak ummat) kepada agama Allah dengan
pengetahuan dan hujjah yang nyata adalah jalannya dan jalan
orang-orang yang mengikutinya, Allah ta'ala berfirman:
قُلْ هذه سِبيلي َأدعو ِإَلى اللهِ علَى بصيرة َأنا ومنِ اتبعِني وسبحانَ اللهِ 
( سورة يوسف : 108 )   وما َأنا من الْمشرِكين
Maknanya: "Katakanlah: Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang
yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang
nyata, maha suci Allah dan aku tiada termasuk orang-orang yang
musyrik" (Q.S. Yusuf:108)
Allah ta'ala memuliakan menara dakwah kepada-Nya,
menerangi jalannya dan meninggikan derajat orang-orang yang
berjuang menegakkannya serta mencucurkan rahmat dan
pertolongan kepada mereka, Allah ta'ala berfirman:
ومن َأحسن قَولاً ممن دعا ِإَلى اللهِ وعملَ صالحا وقَالَ ِإنِني من 
( سورة فصلت : 33 )   الْمسلمين
Maknanya: "Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang
menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan berkata:
Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri" (Q.S.
Fushshilat: 33)
Allah ta'ala telah menjelaskan tentang kriteria dakwah agar
menghasilkan buahnya serta menancapkan akar-akarnya dalam
hati, yaitu dengan berdakwah secara hikmah (bijaksana), mau'izhah
(nasehat), targhib (memotivasi dan menjadikan suka) dan tarhib
(memperingatkan dan mewanti-wanti), menjelaskan dalil-dalil
kebenaran, melemahkan dan menghancurkan syubhat-syubhat
kebatilan. Allah 'azza wa jalla berfirman:
ُادع ِإَلى سِبيلِ ربك ِبالْحكْمة والْموعظَة الْحسنة، وجادلْهم ِبالَّتي هي 
( سورة النحل : 125 )  َأحسن، ِإنَّ ربك هو َأعلَم ِبالْمهتدين
Maknanya: "Serulah manusia kepada jalan Tuhan-Mu dengan hikmah
dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih
baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa
yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang
yang mendapat petunjuk" (Q.S. an-Nahl:125)
www.darulfatwa.org.au 8
Para ulama salaf radliyallahu 'anhum, mereka semua adalah da'ida'i
yang mengajak kepada agama Allah dengan hujjah yang jelas,
sehingga mereka memenuhi dunia dengan ilmu, cahaya, petunjuk,
rahmat, kebaikan dan kedamaian, mereka semua akan senantiasa
memperoleh pahala dari Allah sampai datangnya hari kiamat
kelak, Rasulullah shallallahu 'alayhi wasallam bersabda:
"من دعا ِإَلى هدى كَانَ َله من الأَجرِ مثْلُ ُأجورِ من تِبعه، لاَ ينقُص ذَلك
من ُأجورِهم شيًئا، ومن دعا ِإَلى ضلاََلة كَانَ علَيه من الإِثْمِ مثْلُ ءَاَثامِ من
تِبعه، لاَ ينقُص ذَلك من ءَاَثامهِم شيًئا " (رواه مسلم)
Maknanya: "Barangsiapa yang mengajak kepada kebaikan dan petunjuk
maka dia memperoleh pahala seperti pahala orang yang mengikutinya tanpa
mengurangi pahala mereka, dan barangsiapa mengajak kepada kesesatan
maka dia akan memperoleh dosa seperti dosa orang-orang yang
mengikutinya tanpa mengurangi dosa-dosa mereka" (H.R. Muslim)
Jadi berdakwah (mengajak ummat) kepada agama Allah
dengan benar dan ikhlas adalah termasuk amal yang paling mulia,
orang yang melaksanakannya berarti menempuh jalan para nabi.
karena itu, alangkah layak baginya untuk selalu menyadari
besarnya tanggung jawab yang dipikulnya, dan seyogyanya ia
merasakan betapa berat amanat yang diembannya. Maka tidak
selayaknya bagi seorang dai untuk bermalas-malasan, sehingga
hanya berdakwah kepada ummat kita saja, melainkan hendaknya
menyebarkan dakwah secara lebih meluas dan ini termasuk
bagian dari rahmat Islam itu sendiri.
Jadi dakwah mengajak kepada agama Allah adalah jalan para
nabi dan utusan Allah, Allah ta'ala berfirman:
وجعلْنا  هم َأئمةً يهدونَ ِبأَمرِنا وَأوحينا ِإَليهِم فعلَ الْخيرات وِإقَام الصلاَة 
( سورة الأنبياء : 73 )   وِإيتاءَ الزكَاة وكَانوا َلنا عابِدين
Maknanya: "Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpinpemimpin
yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan telah Kami
wahyukan kepada mereka mengerjakan kebajikan, mendirikan sholat,
menunaikan zakat dan hanya kepada Kami-lah mereka selalu
menyembah" (Q.S. al Anbiyaa': 73)
Allah ta'ala menceritakan dalam al-Qur'an tentang kisah-kisah
para da'i yang mengajak kepada agama Allah, mereka adalah
orang-orang yang hatinya dihiasi dengan keindahan cahaya iman,
cerita-cerita tersebut adalah panutan dan tauladan yang utama,
seperti kisah tentang seorang mukmin dari kalangan keluarga
Fir'aun, Allah ta'ala berfirman:
وقَالَ الَّذي ءَامن يا قَومِ اتِبعون َأهدكُم سِبيلَ الرشاد & يا قَومِ ِإنما هذه 
(39- سورة غافر : 38 )  الْحياُة الدنيا متاع وِإنَّ الآخرةَ هي دا  ر الْقَرارِ
Maknanya: "Orang yang beriman itu berkata: Hai kaumku, ikutilah
aku, aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang benar. Hai kaumku,
sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan sementara dan
sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal" (Q.S. al Mukmin:38-39)
Allah ta'ala berfirman tentang seorang dai dalam surat Yasin:
وجاءَ من َأقْصى الْمدينة رجلٌ يسعى قَالَ يا قَومِ اتِبعوا الْمرسلين& 
اتِبعوا من لاَ يسَئلُكُم َأجراً وهم مهتدونَ & وما لي لاَ َأعبد الَّذي فَطَرِني
وِإَليه ترجعونَ & َأَأتخذُ من دوِنه آلهةً ِإنْ يرِدن الرحمن ِبضر لاَ تغنِ عني
www.darulfatwa.org.au 9
شفَاعتهم شيًئا ولاَ ينقذُونَ & ِإني ِإذًا َلفي ضلاَلٍ مِبينٍ & ِإني آمنت
(25- سورة يس : 20 )   ِبربكُم فَاسمعون
Maknanya: "Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki dengan
bergegas-gegas ia berkata: "Hai kaumku, ikutilah utusan-utusan itu.
Ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu; dan mereka adalah
orang-orang yang mendapat petunjuk. Mengapa aku tidak menyembah
(Tuhan) yang telah menciptakanku dan yang hanya kepada-Nya-lah kamu
semua akan dikembalikan ?. Mengapa aku menyembah sesembahansesembahan
selain-Nya, jika (Allah) yang maha pemurah menghendaki
kemudlaratan terhadapku, niscaya syafaat mereka tidak memberi manfaat
sedikitpun bagi diriku dan mereka tidak pula dapat menyelamatkanku ?.
Sesungguhnya aku kalau begitu pasti berada dalam kesesatan yang nyata.
Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu; maka dengarkanlah
pengakuan keimananku" (Q.S. Yaasin: 20-25)
Namun orang-orang kafir tersebut membunuhnya, maka Allah
berfirman tentangnya:
قيلَ ادخلِ الْجنةَ قَالَ ياَليت قَومي يعلَمونَ & ِبما غَفَر لي ربي وجعلَِني 
(27- سورة يس : 26 )   من الْمكْرمين
Maknanya: "Dikatakan kepadanya: Masuklah ke surga. Ia berkata:
Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui. Apa yang
menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku
termasuk orang-orang yang dimuliakan" (Q.S. Yaasin: 26-27)
Para Hadirin yang terhormat
Karakteristik dan keistimewaan iman adalah menyebar,
bergerak cepat dan berpindah. Maka begitu iman menancap
dalam hati seseorang, dia akan langsung menembus jalannya ke
hati-hati yang lain, dan iman tidak berada di suatu negara kecuali
terus menyebar ke negara-negara lain. Karena iman seperti cahaya
dan sinar, yang menembus tabir-tabir kegelapan, tidak menempat
pada satu tempat saja, karena semua orang butuh kepada Islam
dan iman. Orang yang cahaya keimanan dalam hatinya belum
menebar dan menular ke hati-hati yang lain yang masih tertutup
dan menyimpang, dan belum mengajak kepada agama Allah ta'ala
padahal ia mampu melaksanakannya, maka imannya masih
kurang dan belum sempurna, orang tersebut masih belum
melaksanakan kewajiban yang diwajibkan oleh Allah kepadanya.
Lihatlah jin-jin mukmin, ketika mereka telah beriman mereka
kembali kepada kaumnya, memperingatkan dan mengajak mereka
kepada agama Allah. Allah ta'ala telah menjelaskan peran penting
dan tugas yang diemban oleh Rasulullah shallallahu 'alayhi wasallam
penghulu dan penutup para nabi dengan firman-Nya:
يا َأيها النِبي ِإنا َأرسلْناك شاهدا ومبشرا ونذيرا & وداعيا ِإَلى اللهِ ِبإِذِْنه  
(46- سورة الأحزاب : 45 )  وسراجا مِنيرا
Maknanya: "Hai Nabi Muhammad, sesungguhnya Kami mengutusmu
untuk jadi saksi, dan pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan,
dan untuk jadi penyeru kepada agama Allah dengan izin-Nya dan untuk
jadi cahaya yang menerangi" (Q.S. al Ahzaab: 45-46)
Dakwah Islam di Tengah Komunitas Barat
Urgensi dakwah Islam –sebagaimana yang telah kami jelaskantidak
terbatas hanya pada lingkungan masyarakat Islam saja, tapi
juga layak bagi seluruh masyarakat dengan penekanan yang lebih
agar seorang da'i membekali diri dengan hujjah-hujjah, dalil-dalil
www.darulfatwa.org.au 10
baik aqliyyah atau naqliyyah, menghiasi diri dengan sifat hilm
(pemaaf), sabar dan akhlak yang baik, zuhud terhadap dunia dan
berharap kebahagiaan di akhirat, memiliki wawasan tentang
banyak hal-hal moderen, penemuan-penemuan dan teori-teori
baru, mengetahui betul kondisi ummat di masanya, mengetahui
keadaan berbagai macam golongan dan pelik-pelik pemikiran
mereka, rajin dan bersemangat dalam menyebarkan ajaran-ajaran
Islam melalui berbagai sarana yang tersedia; pendidikan, budaya,
informasi dan hiburan, melalui tempat-tempat perkumpulan dan
pusat-pusat pertemuan, mushalla-mushalla, masjid-masjid,
seminar-seminar, ceramah-ceramah dan penerbitan-penerbitan
dalam bentuk tulisan, rekaman suara, audiovisual dan lain-lain.
Tetapi Islam yang agung ini tidak bisa kita paparkan dengan
gambaran yang lebih indah dan menarik daripada gambaran yang
telah dijelaskan al Qur'an dengan ayat-ayatnya yang sangat indah,
kemudian diperkuat penjelasannya dengan hadits-hadits dan sirah
nabi dan para sahabatnya. Oleh karena itu, kita harus kembali
kepada sumber-sumber Islam primer yang murni, seperti
dinasehatkan oleh para ulama rabbani, dan diarahkan oleh para
pemikir dan ahli tahqiq.
Jadi sebagaimana Nabi Muhammad shallallahu 'alayhi wasallam
memulai dakwahnya -terutama kepada orang-orang non muslimdengan
tauhid dan memperbaiki akidah (keyakinan), dibekali
dengan mukjizat dan dalil-dalil yang sangat jelas, dan menghiasi
diri dengan akhlak mulia seperti dijelaskan oleh Allah tentang
Nabi-Nya:
( سورة القلم : 4 )  وِإنك َلعلَى خلُقٍ عظيمٍ 
Maka seyogyanya seorang da'i yang mukhlish meneladani
Rasulullah dan menekankan untuk membekali diri dengan hujjahhujjah
aqliyyah qath'iyyah yang menunjukkan kebenaran akidah
Islam, dengan menjelaskan bahwa akal sehat mendukung dan
menerima kebenaran ajaran Islam, menggunakan metode yang
paling tepat dan efektif dalam mematahkan akidah-akidah orang
yang menyalahi Islam, memakai metode yang penuh hikmah,
lemah lembut ketika diperlukan, dan menyuarakan dengan
lantang bahwa Islam bersih dan terlepas dari sikap ekstrimisme
yang dibenci dan kekerasan yang buruk, dengan menekankan
bahwa Islam mendorong ummat untuk melakukan studi dan
spesialisasi dalam segala medan yang bermanfaat dan prospektif,
menjadikan ilmu pengetahuan sebagai senjata bagi ummat Islam,
menolak setiap kebodohan, keterbelakangan, kelemahan dan
kehinaan, mengajak kepada keadilan, i'tidal (sikap tengah-tengah)
dan ihsan (berbuat baik), mencegah setiap perbuatan keji, munkar
dan kezhaliman, beramal dengan firman Allah:
( سورة البقرة : 83 )  وقُوُلوا للناسِ حسنا 
mengajak kepada cara hidup bersama (at-Ta'ayusy) yang baik,
menegaskan apa yang telah ditetapkan dalam Islam bahwa ketika
seorang muslim masuk ke negara non muslim dengan jaminan
keamanan dari mereka tidak boleh baginya menyakiti mereka
dengan memukul atau melukai dan tidak boleh mengambil harta
mereka kecuali dengan kerelaan dari mereka dan bahwasanya
berkhianat meskipun terhadap non muslim adalah perkara haram.
Jadi tidak diperbolehkan bagi seorang muslim melakukan
transaksi-transaksi dengan non muslim seperti jual beli misalnya
lalu dia berkhianat dan menipu dalam timbangan atau takaran
atau tidak menjaga barang titipan non muslim dengan
merusaknya atau mengingkarinya dan hukum-hukum lain yang
sejenis.
Seorang dai hendaknya mengingatkan pemerintahanpemerintahan
yang ada serta seluruh bangsa-bangsa dan
www.darulfatwa.org.au 11
menyadarkan mereka bahwa terdapat perbedaan yang sangat
besar antara ummat Islam dan para teroris dan bahwa tidak ada
kaitan antara Islam dan terorisme dengan menekankan bahwa
ummat Islam di seluruh dunia melepaskan diri dan terbebas dari
kekerasan dan sikap ekstrimisme. Menegaskan untuk tidak
mengaitkan Islam dengan terorisme dan ummat Islam dengan
para teroris. Karena selain tidak sesuai dengan fakta, gambaran
ini akan menjadi celah bagi para teroris untuk menyusup dan
membentuk opini orang awam tentang diri mereka bahwa mereka
adalah pembela-pembela Islam dan pejuang-pejuang yang
menyebarkan dan menegakkan Islam dan mereka dimusuhi dan
diperangi karena alasan itu. Dengan begitu mereka memperoleh
simpati kalangan awam untuk kemudian nantinya secara perlahan
akan menebarkan racun-racun mereka pada pikiran dan
keyakinan orang awam.
Seorang dai hendaknya selalu mengulang-ulang dalam materi
dakwahnya bahwa sikap Islam adalah menolak semua praktek
ekstrimisme dan kekerasan dengan segala bentuk dan macamnya,
seraya menuntut masyarakat internasional untuk bersama-sama
bertanggungjawab dan mengintensifkan upaya memerangi gejala
yang buruk ini dan mengikis habis kotoran dan pemikiranpemikiran
beracun ini, dan mengambil tindakan yang tepat dan
mengakar untuk membongkar kedok para teroris dan
menelanjangi akidah sesat mereka yang ditolak oleh para ulama
dan kalangan awam ummat Islam, serta dalam kesempatan yang
sama menyeru kepada adanya kerjasama keagamaan di tingkat
internasional dan regional untuk tujuan tersebut dan
mengoptimalkan seluruh upaya yang dikerahkan dalam hal ini di
tingkat internasional dan regional. Disamping mengingatkan
bahwa perang terhadap terorisme adalah perang keilmuan yang
harus dibarengi dengan tindakan-tindakan prefentif. Dan di
sinilah nampak dengan jelas peran para ulama, cendekiawan dan
para dai yang merupakan baris terdepan dan garis pertahanan
yang paling kuat, yang jika roboh maka jalan untuk para teroris
menjadi terbuka dan tujuan-tujuan mereka akan mudah
terlaksana. Karenanya perlu diadakan pembinaan terhadap para
dai dari sisi keilmuan, dalil dan data-data yang menyingkap
pemikiran dan aksi-aksi terorisme dan pelakunya, dan mereka
harus ditelanjangi di depan opini dunia sehingga mereka betulbetul
tidak menemukan celah untuk mengelabui orang awam.
Oleh karenanya, "Pelarangan terhadap penyebaran
pemikiran-pemikiran terorisme" dan "Penyebaran
pemahaman moderat melalui tokoh-tokohnya" adalah salah
satu program yang memberikan hasil yang signifikan jika terus
dilaksanakan dan mengalami grafik yang terus meningkat.
Kita semua harus menanggulangi fenomena ekstrimisme ini,
masing-masing sesuai dengan spesialisasi dan tingkat kemampuan
yang dimiliki, dengan hikmah dan keberanian yang diperlukan,
dengan tidak melupakan kenyataan bahwa kebodohan harus
dilawan dengan ilmu, sikap ekstrim dilawan dengan sikap
moderat dan kebatilan dilawan dengan kebenaran.
Pentingnya Memulai Dakwah Sesuai Dengan Apa Yang
Pertama Kali Diajarkan Oleh Para Nabi
Allah ta'ala berfirman:
قُلْ ِإنَّ صلاَتي ونسكي ومحياي ومماتي للهِ رب الْعالَمين & لاَ شرِيك 
(163 - سورة الأنعام : 162 )   َله
www.darulfatwa.org.au 12
Maknanya: "Katakanlah: Sesungguhnya sholatku, sembelihanku,
hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada
sekutu bagi-Nya" (Q.S. al An'aam: 162-163)
Allah ta'ala berfirman:
 قُلْ ِإنما ُأمرت َأنْ َأعبد اللهَ ولاَ ُأشرِك ِبه، ِإَليه َأدعوا وِإَليه مَئابِ 
( (سورة الرعد: 36
Maknanya: "Katakanlah: Sesungguhnya aku hanya diperintah untuk
menyembah Allah dan tidak mempersekutukan sesuatupun dengan Dia.
Hanya kepada-Nya aku seru manusia dan hanya kepada-Nya aku
kembali" (Q.S. ar-Ra'd: 36)
Allah juga berfirman:
( سورة محمد: 19 )  فَاعلَم َأنه لاَ ِإَله ِإلاَّ اللهُ 
Maknanya: "Maka ketahuilah bahwa sesungguhnya tidak ada tuhan yang
berhak disembah melainkan Allah" (Q.S. Muhammad: 19)
Imam Malik dalam Muwaththa' meriwayatkan bahwasanya
Rasulullah shallallahu 'alayhi wasallam bersabda:
"وَأفْضلُ ما قُلْت َأنا والنِبيونَ من قَبلي: لاَ ِإَله ِإلاَّ اللهُ وحده لاَ شرِيك َله"
(رواه الإمام مالك)
Maknanya: "Dan perkataan terbaik yang aku dan seluruh nabi
sebelumku ucapkan adalah Laa ilaaha illallah, tiada sekutu bagi-Nya"
(H.R. Malik)
Tauhid inilah hal pertama yang diperintahkan oleh Nabi
shallallahu 'alayhi wasallam kepada para sahabatnya agar
disampaikan. Al Bukhari, Muslim dan yang lainnya meriwayatkan
bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alayhi wasallam berkata kepada
Mu'adz ibn Jabal radliyallahu 'anhu ketika beliau mengutusnya ke
Yaman:
"ِإنك ستأْتي قَوما من َأهلِ الْكتابِ فَإِذَا جِئْتهم فَادعهم ِإَلى َأنْ يشهدوا َأنْ
لاَ ِإَله ِإلاَّ اللهُ وَأنَّ محمدا رسولُ اللهِ ..." (رواه البخاري ومسلم)
Maknanya: "Sesungguhnya engkau akan mendatangi kaum dari ahli
kitab, maka jika engkau telah mendatangi mereka ajaklah mereka agar
bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah dan
Muhammad adalah utusan Allah…".
Dalam riwayat lain di Shahih Muslim bahwa Rasulullah shallallahu
'alayhi wasallam ketika mengutus Mu'adz ke Yaman berkata
kepadanya:
"ِإنك تقْدم علَى قَومٍ َأهلِ كتابٍ فَلْيكُن َأولَ ما تدعوهم ِإَليه عبادةُ اللهِ عز
وجلَّ، فَإِذَا عرفُوا اللهَ، فَأَخِبرهم َأنَّ اللهَ فَرض علَيهِم خمس صلَوات في
يومهِم وَليلَتهِم..."
Maknanya: "Sesungguhnya engkau akan mendatangi suatu kaum yang
ahli kitab, maka hendaklah hal pertama yang engkau dakwahkan kepada
mereka adalah beribadah kepada Allah, jika mereka telah mengenal Allah
maka beritahukan kepada mereka bahwa Allah mewajibkan atas mereka
sholat lima kali dalam sehari semalam…".
Jadi hal pertama yang disampaikan oleh para nabi shalawatullahi
wasalaamuhu 'alayhim dalam berdakwah adalah tauhid, mensucikan
Allah dari menyerupai makhluk-Nya. Oleh karenanya, Nabi
Ibrahim 'alayhissalam berhujjah terhadap kaumnya dengan dalil
aqli yang kuat bahwa bintang-bintang, bulan, matahari, tidak layak
menjadi tuhan karena semuanya bergerak, berubah, tenggelam
dan menghilang. Allah ta'ala berfirman:
( سورة الأنعام: 76 )   قَالَ لاَ ُأحب الآفلين 
www.darulfatwa.org.au 13
Maknanya: "Saya tidak suka kepada yang tenggelam (Aku tidak
meyakininya sebagai Tuhan)" (Q.S. al An'aam: 76)
Dan Allah ta'ala juga memberitakan kepada kita tentang Nabi
Ibrahim bahwasanya beliau berkata:
ِإني وجهت وجهِي للَّذي فَطَر السموات والأَرض حِنيفًا مسلما وما َأنا 
( سورة الأنعام: 79 )   من الْمشرِكين
Maknanya: "Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Tuhan
yang menciptakan langit dan bumi dengan cenderung kepada agama yang
benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik;
mempersekutukan Tuhan" (Q.S. al An'aam: 79)
Allah ta'ala menamakan dalil yang dikemukakan oleh Nabi
Ibrahim tersebut sebagai hujjah, dan Allah ta'ala memujinya
sebagaimana tersurat dalam firman-Nya:
( سورة الأنعام: 83 )  وتلْك حجتنا آتيناها ِإبراهيم علَى قَومه 
Maknanya: "Dan itulah hujjah Kami yang Kami berikan kepada
Ibrahim untuk menghadapi kaumnya" (Q.S. al An'aam: 83)
Sedangkan Nabi Ibrahim sendiri seperti halnya nabi-nabi yang
lain, dipelihara oleh Allah ta'ala dari kekufuran, dosa besar, dan
dosa kecil yang menandakan kerendahan jiwa pelakunya, baik
sebelum kenabian atau sesudah kenabian. Jadi Nabi Ibrahim
sama sekali tidak pernah menyembah bintang, bulan, matahari,
tidak pernah menyembah kecuali kepada Allah ta'ala. Allah ta'ala
berfirman:
سورة الأنبياء: )   وَلقَد آتينا ِإبراهيم رشده من قَبلُ وكُنا ِبه عالمين 
(51
Maknanya: "Dan sesungguhnya telah Kami anugerahkan kepada Ibrahim
hidayah kebenaran dan keimanan dan Kami mengetahui keadaannya"
(Q.S. al Anbiyaa': 51)
Allah ta'ala berfirman tentang Nabi Ibrahim:
سورة ءال )   وَلكن كَانَ حِنيفًا مسلما وما كَانَ من الْمشرِكين 
( عمران: 67
Maknanya: "Akan tetapi Ibrahim adalah seorang yang lurus dan muslim,
dan sekali-kali bukanlah termasuk golongan orang-orang musyrik" (Q.S.
Ali 'Imran: 67)
Sesuai dengan petunjuk inilah Ahlussunnah wal Jama'ah -
Asy'ariyyah dan Maturidiyyah- yang merupakan golongan
mayoritas umat Muhammad menjelaskan aqidah Islam yang
murni, diambil dari al Qur'an dan sunnah serta penjelasan para
ulama salaf dan kesepakatan (ijma') seluruh umat, bersih dari
unsur-unsur tasybih, tajsim, penisbatan bentuk, ukuran, arah dan
tempat bagi Allah, bersih dari ta'thil, hulul, ittihad dan ilhad, dan
bersih dari kerumitan dan penyimpangan para filsuf dan
keyakinan kelompok-kelompok yang menyimpang seperti
Khawarij, Jahmiyyah, Mu'tazilah dan semacamnya.
Allah ta'ala berfirman:
يا َأيها الَّذين آمنوا من يرتد منكُم عن ديِنه فَسوف يأْتي اللهُ ِبقَومٍ يحبهم  
ويحبونه َأذلَّة علَى الْمؤمِنين َأعزة علَى الْكَافرِين يجاهدونَ في سِبيلِ اللهِ
 ولاَ يخاُفونَ َلومةَ لاَئمٍ ذَلك فَضلُ اللهِ يؤتيه من يشاءُ واللهُ واسع عليم
( (سورة المائدة: 54
www.darulfatwa.org.au 14
Maknanya: "Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu
yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan
suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka-pun mencintai-Nya,
yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap
keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang
tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah,
diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah maha luas
pemberian-Nya lagi maha mengetahui" (Q.S. al Maa-idah: 54)
Al Hafizh Ibnu 'Asakir dalam Tabyin Kadzib al Muftari dan al
Hakim dalam al Mustadrak meriwayatkan bahwasanya ketika ayat
tersebut turun, Nabi Muhammad shallallahu 'alayhi wasallam
menunjuk kepada Abu Musa al Asy'ari radliyallahu 'anhu seraya
berkata: "Mereka adalah kaumnya orang ini".
Al Qusyairi mengatakan: "Pengikut Abu al Hasan al Asy'ari
adalah termasuk kaumnya, karena ketika disandarkan suatu kaum
kepada nabi, maka yang dimaksud adalah pengikut", ini juga
disebutkan oleh al Qurthubi dalam Tafsirnya (Jilid: 6, h: 220).
Al Bayhaqi mengatakan: "Ini dikarenakan dalam hadits tersebut
terdapat fadlilah yang agung dan derajat yang mulia yang dimiliki
Imam Abu al Hasan al Asy'ari radliyallahu 'anhu, di mana beliau
termasuk kaum Abu Musa al Asy'ari dan keturunannya yang
diberi ilmu dan kepahaman khusus dibanding yang lainnya dalam
membela sunnah, memberantas bid'ah dengan menampakkan
hujjah dan membantah syubhat". Disebutkan oleh Ibnu 'Asaakir
dalam Tabyin Kadzib al Muftari.
Al Bukhari dalam Shahihnya menyebutkan "Bab Datangnya orangorang
Asy'ari dan penduduk Yaman, Abu Musa al Asy'ari berkata dari
Nabi shallallahu 'alayhi wasallam: "Mereka adalah bagian dariku dan
aku adalah bagian dari mereka".
Kita bersyukur kepada Allah ta'ala atas aqidah sunni yang kita
yakini sekarang ini, yang merupakan aqidah Rasulullah shallallahu
'alayhi wasallam, para sahabat dan orang-orang yang mengikuti
jejak mereka dengan baik, aqidah yang para pemeluknya dipuji
oleh Rasululah shallallahu 'alayhi wasallam, sebagaimana
diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan al Hakim dengan sanad yang
shahih:
"َلتفْتحن الْقسطَنطيِنيةُ فَلَِنعم الأَمير َأميرها وَلِنعم الْجيش ذَلك الْجيش"
(رواه أحمد في مسنده)
Maknanya: "Konstantinopel (Istanbul sekarang) pasti akan dikuasai,
maka sebaik-baik pemimpin adalah pemimpin yang berhasil manguasainya
dan sebaik-sebaik tentara adalah tentara tersebut".
Ternyata Konstatinopel pun ditaklukkan setelah lebih dari 800
tahun, yang menaklukkan adalah Sultan Muhammad al Fatih al
Maturidi rahimahullah, beliau berakidah sunni, meyakini bahwa
Allah ada tanpa tempat, mencintai para sufi sejati, dan
bertawassul dengan Nabi shallallahu 'alayhi wasallam.
Keyakinan inilah yang dianut oleh ratusan juta umat Islam,
salaf maupun khalaf, di barat maupun di timur, dalam pengajaran
maupun pendidikan, terbukti dengan kenyataan yang bisa
disaksikan. Cukup sebagai penjelasan tentang kebenaran akidah
ini bahwa para sahabat, tabi'in dan atba' at-tabi'in (as-salaf asshalih)
dan orang-orang yang mengikuti jejak mereka dengan baik,
semuanya menganut aqidah ini. Termasuk orang yang mengikuti
mereka dengan baik ini adalah: para huffazh pimpinan ahli hadits,
seperti al Hafizh Abu Bakar al Isma'ili pengarang kitab Mustakhraj
'ala al Bukhari, al Hafizh al 'Alam yang sangat terkenal; Abu Bakr
al Baihaqy, al Hafizh Ibnu 'Asakir yang disebut-sebut sebagai
Afdlalul muhadditsin (ahli hadits paling mulia) di masanya,
ketiganya adalah panutan dalam hadits di masanya, kemudian
muncul juga seorang yang meyakini akidah yang sama dengan
www.darulfatwa.org.au 15
mereka yang disebut-sebut sebagai Amirul Mukminin fi al Hadits
yaitu al Hafizh Ahmad ibn Hajar al 'Asqalani. Siapapun yang
berusaha meneliti, maka akan menemukan bahwa pengikutpengikut
Asy'ariyyah adalah pakar-pakar di setiap disiplin ilmu
dan khususnya ilmu hadits, di antaranya adalah Mujaddid
(pembaharu) abad ke-4 Hijriyyah al Imam Abu ath-Thayyib Sahl
ibn Muhammad, Abu Hasan al Bahili, Abu Bakr ibn Furak, Abu
Bakr al Baqillani, Abu Ishaq al Isfirayini, al Hafizh Abu Nu'aim al
Ashbahani, al Qadli Abdul Wahhab al Maliki, Syekh Abu
Muhammad al Juwaini dan anaknya Abu al Ma'ali Imam al
Haramain, Abu Manshur al Baghdadi, al Hafizh ad-Daraquthni,
al Hafizh al Khathib al Baghdadi, al Ustadz Abu al Qasim al
Qusyairi dan anaknya Abu Nashr, Syekh Abu Ishaq asy-Syirazi,
Nashr al Maqdisi, al Ghazali, al Furawi, Abu al Wafa ibn 'Aqil al
Hanbali, Qadli al Qudlat ad-Damighani al Hanafi, Abu al Walid
al Baji al Maliki, al Imam as-Sayyid Ahmad ar-Rifa'i, Ibnu as-
Sam'ani, al Qadli 'Iyadl, al Hafizh as-Silafi, an-Nawawi,
Fakhruddin ar-Razi, al 'Izz ibn Abdis Salam, Abu 'Amr ibn al
Hajib al Maliki, Ibn Daqiq al 'id, 'Ala-uddin al Baji, Qadli al
Qudlat Taqiyuddin as-Subki, al Hafizh al 'Ala-i, al Hafizh
Zainuddin al 'Iraqi dan anaknya al Hafizh Waliyyuddin, al Hafizh
Murtadla az-Zabidi al Hanafi, Syekh Zakariyya al Anshari, Syekh
Baha-uddin ar-Rawwas ash-Shufi, Mufti Makkah Ahmad Zaini
Dahlan, Musnid India Waliyullah ad-Dahlawi, Mufti Mesir yang
sangat terkenal Syekh Muhammad 'Illaiys al Maliki, Syaikhul
Azhar Abdullah asy-Syarqawi, Syekh Abu al Mahaasin al Qawuqji
(pusaran sanad para ulama muta-akhkhirin), Syekh Husain al Jisr
ath-Tharabulsi, Syekh Abdul Basith al Fakhuri Mufti Beirut, al
'Allamah Abdullah ibn 'Alawi ibn Thahir al Hadlrami al Haddad,
Pemuka madzhab Syafi'i dan tokoh tarekat Rifa'iyyah di masa kini
dan sekaligus ahli fiqh dan hadits; Syekh Abdullah al Harari dan
Syekh Mushthafa Naja; Mufti Beirut terdahulu dan para ulama
lain yang sangat banyak hingga tidak ada yang mengetahui jumlah
mereka kecuali Allah.
Di antaranya juga Menteri yang sangat terkenal; Nizham al
Mulk dan Sultan yang adil; al Mujahid Shalahuddin al Ayyubi
rahimahullah. Sultan Shalahuddin ini pada masa hidupnya
memerintahkan agar dikumandangkan dasar-dasar aqidah dengan
redaksi-redaksi akidah al Asy'ari di atas menara-menara sebelum
adzan Subuh, dan agar diajarkan al Manzhumah (bait-bait)
karangan Muhammad ibn Hibatillah al Makki kepada anak-anak
di taman kanak-taman kanak yang ada, di antara petikan baitnya
adalah sebagai berikut:
وصانِع الْعالَمِ لاَ يحوِيه قُطْر تعالَى اللهُ عن تشِبيه
قَد كَانَ موجودا ولاَ مكاَنَ و  حكْ  مه الآنَ علَى ما كَانَ
سبحانه جلَّ عنِ الْمكَان وعز عن تغيرِ الزمان
فَقَد غَلاَ وزاد في الغلُو من خصه ِبجِهة الْعلُو
"Pencipta alam tidaklah diliputi oleh tempat, maha suci Allah dari
tasybih (menyerupai makhluk-Nya)
Allah ada pada azal dan belum ada tempat, dan setelah menciptakan
tempat Allah tetap ada tanpa tempat
Allah Maha suci dari tempat dan maha agung dari dilalui perubahan
masa
Sungguh telah berlebihan dan sangat berlebihan orang yang meyakini
Allah berada di arah atas".
www.darulfatwa.org.au 16
Akidah inilah yang diajarkan di Universitas al Azhar Mesir dan di
Universitas az-Zaytunah Tunisia bahkan di seluruh bagian barat
Arab, begitu juga di Indonesia, Malaysia, Pakistan, Turki, negaranegara
Syam, Sudan, Yaman, Irak, India, Pakistan, Afrika,
Bukhara, Daghistan, Afghanistan dan seluruh negara-negara
Islam.
Termasuk di antara mereka juga al Malik al Kamil, Sultan al
Asyraf Khalil ibn al Manshur Saifuddin Qalawun, bahkan semua
raja-raja dinasti Mamluk, termasuk juga Sultan Muhammad al
Utsmani al Maturidi penakluk Konstantinopel dan semua rajaraja
Dinasti Utsmaniyyah yang menjaga kemuliaan umat Islam
dan mengawal agama ini selama berabad-abad.
Dengan menyebutkan nama-nama ini kami tidak bermaksud
untuk menghitung semua ulama Asya'irah, siapa yang bisa
menghitung jumlah seluruh bintang di langit atau jumlah butiranbutiran
pasir di padang pasir ?!!. Akidah yang benar ini juga
diyakini oleh al Maturidiyyah, pengikut Imam Abu Manshur al
Maturidi radliyallahu 'anhu, Jadi Asy'ariyyah dan Maturidiyyah
mereka-lah Ahlussunnah Wal Jama'ah, kelompok yang selamat.
Secara khusus harus saya sebutkan di sini, negara yang
mengundang kami; yaitu Indonesia sebagai tuan rumah dalam
acara ini, di mana mayoritas penduduknya adalah penganut ajaran
Sunni Asy'ari semenjak datangnya Islam ke negeri ini yang dibawa
oleh para ulama shalihin yang dikenal dengan sebutan Wali Songo
khususnya di pulau Jawa, dan kemudian dilanjutkan oleh
penerus-penerus mereka seperti Syekh Muhammad Mahfuzh at-
Termasi, Syekh Muhammad Nawawi al Bantani al Jawi, Syekh
Hasyim Asy'ari pendiri Jam'iyyah Nahdlatul Ulama (NU), Syekh
Sirajuddin Abbas, al Habib Salim ibn Jindan dan para ulama
indonesia yang lain hingga kini.
Faedah Penting:
Di antara hal-hal yang wajib diajarkan adalah tentang riddah
dan macam-macamnya sebagaimana telah disepakati (ijma') oleh
para ulama'.
Riddah adalah memutuskan keislaman, riddah ada tiga macam;
perbuatan, perkataan dan keyakinan, sebagaimana telah disepakati
oleh para ulama madzhab empat seperti an-Nawawi dan lainnya
dari kalangan ulama madzhab Syafi'i, Ibnu 'Abidin dan lainnya
dari kalangan ulama madzhab Hanafi, Syekh Muhammad 'Illaisy
dan lainnya dari kalangan ulama madzhab Maliki, dan al Buhuti
dan lainnya dari kalangan ulama madzhab Hambali.
Masing-masing dari tiga macam kekufuran di atas adalah
kekufuran tersendiri, kufur perkataan adalah kekufuran meski
tidak dibarengi dengan kufur keyakinan atau kufur perbuatan,
kufur perbuatan adalah kekufuran meski tidak dibarengi dengan
kufur perkataan atau keyakinan atau lapang dada ketika
melakukannya, begitu juga kufur keyakinan adalah kekufuran
meski tidak dibarengi dengan kufur perkataan atau kufur
perbuatan, sama saja apakah yang melakukannya itu orang yang
tidak tahu hukum atau orang yang sedang bercanda atau sedang
marah.
Rasulullah shallallahu 'alayhi wasallam bersabda:
"ِإنَّ العبد َليتكَلَّ  م ِبالْكَلمة لاَ يرى ِبها بأْسا يهوِي ِبها في النارِ سبعين
خرِيفًا" (رواه الترمذي)
Maknanya: "Sungguh seorang hamba jika mengucapkan perkataan (yang
melecehkan atau menghina Allah atau syari’at-Nya) yang tidak
dianggapnya bahaya, (padahal perkataan tersebut) bisa menjerumuskannya
ke (dasar) neraka (yang untuk mencapainya dibutuhkan waktu) 70 tahun
(dan tidak akan dihuni kecuali oleh orang kafir)"
www.darulfatwa.org.au 17
Hadits ini diriwayatkan dan dihasankan oleh at-Tirmidzi, al
Bukhari dan Muslim juga meriwayatkan hadits yang semakna.
Tajuddin as-Subki (W. 771 H) dalam kitab Thabaqat-nya (Jilid:
1, h: 91) mengatakan:
"ولاَ خلاَف عند الأَشعرِي وَأصحابِه بلْ وسائرِ الْمسلمين َأنَّ من تلَفَّظَ
ِبالْكُفْرِ َأو فَعلَ َأفْعالَ الْكُفْرِ َأنه كَافر ِباللهِ العظيمِ مخلَّد في النارِ وِإنْ عرف
قَلْبه".
"Tidak ada perbedaan pendapat antara al Asy'ari dan para pengikutnya
bahkan seluruh umat Islam bahwa orang yang mengucapkan kalimat kufur
atau melakukan perbuatan kufur maka ia telah kufur kepada Allah yang
Maha Agung dan akan kekal di neraka meski hatinya mengetahui
(meyakini yang benar)".
Dalam Kitab Jami' al 'Ulum Wa al Hikam karangan Ibnu Rajab
(W. 795 H) ketika menjelaskan hadits XVI dikatakan:
"فَأَما ما كَانَ من كُفْرٍ، َأو رِدة، َأو قَتلِ نفْسٍ، َأو َأخذ مالٍ ِبغيرِ حق ونحوِ
ذَلك، فَهذَا لاَ يشك مسلم َأنهم َلم يرِيدوا َأنَّ الْغضبانَ لاَ يؤاخذُ ِبه،
وكَذَلك ما يقَع من الْغضبان من طَلاَقٍ وعتاقٍ، َأو يمينٍ، فَإِنه يؤاخذُ
ِبذَلك كُلِّه ِبغيرِ خلاَف".
"Sedangkan kekufuran, riddah, membunuh jiwa, mengambil harta tanpa
hak dan semacamnya, hal-hal seperti ini tidaklah diragukan oleh seorang
muslim-pun bahwa mereka tidak bermaksud bahwa orang yang sedang
marah (dan melakukan hal-hal tersebut) tidak terkena konsekwensi
hukumnya. Demikian juga hal yang dilakukan oleh orang yang sedang
marah seperti talak, memerdekakan budak atau bersumpah, orang tersebut
terkena konsekwensi hukum dari semua perbuatannya itu tanpa ada
perbedaan pendapat".
Sedangkan seorang muslim yang dipaksa untuk mengucapkan
perkataan kufur dengan ancaman dibunuh atau semisalnya, jika ia
mengucapkan perkataan kufur itu untuk menyelamatkan dirinya
dari ancaman orang-orang kafir tanpa disertai lapang dada
(menerima kekufuran yang dikandung oleh perkataan kufur
tersebut) ketika mengucapkannya, maka dalam hal ini ia tidak
jatuh dalam kekufuran. Namun jika orang tersebut berubah
niatnya setelah dipaksa lalu ia menerima dengan lapang dada
ketika mengucapkan perkataan kufur itu, maka ia dihukumi telah
jatuh pada kekufuran, ini adalah makna firman Allah ta'ala:
من كَفَر ِباللهِ من بعد ِإيمانِه ِإلاَّ من ُأكْرِه وقَلْبه مطْمئن ِبالإِيمان وَلكن 
  من شرح ِبالْكُفْرِ صدرا فَعلَيهِم غَضب من اللهِ وَلهم عذَا  ب عظيم
( (سورة النحل: 106
Maknanya: "Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman
dia mendapatkan kemurkaan Allah, kecuali orang yang dipaksa kafir
padahal hatinya tetap tenang dalam beriman maka dia tidak kafir, akan
tetapi orang yang melapangkan dadanya terhadap kekufuran tersebut maka
kemurkaan Allah menimpanya dan bagi mereka adzab yang pedih" (Q.S.
an-Nahl: 106)
Di antara contoh-contoh kekufuran yang disepakati adalah
sebagai berikut:
Kufur keyakinan: Tempatnya adalah hati, seperti meyakini
bahwa Allah adalah Nur dengan makna sinar atau cahaya,
meyakini bahwa Allah adalah roh. Imam al Asy'ari (W. 324 H)
mengatakan:
"من اعتقَد َأنَّ اللهَ جِسم فَهو غَير عارِف ِبربه وِإنه كَافر ِبه".
www.darulfatwa.org.au 18
"Barangsiapa meyakini bahwa Allah adalah Jism; sesuatu yang memiliki
bentuk dan ukuran maka dia tidak mengenal tuhannya dan ia masih kafir
terhadap-Nya".
Imam al Mutawalli (W. 478 H) yang termasuk Ashhabul Wujuh
dalam madzhab Syafi'i mengatakan:
"من اعتقَد قدم العالَمِ َأو حدوثَ الصانِعِ أو نفَى ما هو َثابِ ت للْقَ ديمِ
ِبالإِجماعِ كَكَوِنه عالما قَادرا َأو َأثْبت ما هو منفي  عنه ِبالإِجماعِ
كَالْأَلْوان َأو َأْثبت َله الاتصالَ والانفصالَ كَانَ كَافرا".
"Barangsiapa meyakini bahwa alam azali (ada tanpa permulaan), atau
pencipta; yaitu Allah adalah baharu, atau menafikan sesuatu yang telah
tetap bagi Allah sebagaimana disepakati oleh para ulama seperti bahwa
Allah maha mengetahui dan maha kuasa, atau menetapkan apa yang
dinafikan dari Allah dengan ijma' para ulama seperti warna atau
menetapkan sifat berkumpul dan berpisah bagi Allah maka ia telah
kafir".
Syekh Abdul Ghani an-Nabulsi (W.1143 H) berkata:
"من اعتقَد َأنَّ اللهَ ملَأَ السموات والأَرض َأو َأنه جِسم قَاعد فَوق العرشِ َأو
َأنَّ َله الْحلُولَ في شىءٍ من الأَشياءِ َأو في جميعِ الأَشياءِ َأو َأن ه متح د
ِبشىءٍ من الأَشياءِ َأو في جميعِ الأَشياءِ فَهو كَافر وِإنْ زعم َأنه مسلم".
"Barangsiapa meyakini bahwa Allah memenuhi langit dan bumi, atau
bahwa Allah adalah jisim yang duduk di atas 'Arsy, atau bahwa Allah
menempati sesuatu atau menempati segala sesuatu, atau bahwa Allah
menyatu dengan sesuatu atau segala sesuatu, maka orang ini kafir
meskipun dia mengira atau menganggap dirinya muslim".
Syekh Taqiyyuddin al Hushni (W. 829 H) mengatakan: "An-
Nawawi menetapkan dalam bab Shifat ash-Shalat dari Syarh al
Muhadzdzab tentang kekufuran golongan Mujassimah (mereka
yang meyakini bahwa Allah adalah jism; sesuatu yang memiliki
bentuk dan ukuran), aku (al Hushni) mengatakan: inilah
kebenaran yang tidak bisa dipungkiri lagi karena (keyakinan
mujassimah) bertentangan dengan ayat al Qur'an, semoga Allah
memerangi orang-orang Mujassimah dan Mu'aththilah (mereka
yang mengingkari adanya Allah atau salah satu sifat-Nya),
alangkah beraninya mereka menyalahi Dzat yang tidak
menyerupai sesuatupun dari makhluk-Nya dan Dia maha
mendengar lagi maha melihat (  َليس كَمثْله شىءٌ وهو السميع الْبصير
)".
Dalam kitab al Fatawa al Hindiyyah disebutkan: "Telah keluar
dari Islam (kafir) orang yang menetapkan tempat bagi Allah".
Imam Abu Manshur al Baghdadi (W. 429 H) mengatakan:
"وَأجمع َأهلُ السنة علَى َأنَّ اللهَ تعالَى لاَ يحوِيه مكَانٌ ولاَ يجرِي علَيه
زمانٌ".
"Ahlussunnah menyepakati bahwa Allah ta'ala tidak diliputi oleh tempat
dan tidak dilalui oleh masa".
Kufur perbuatan, seperti sujud kepada berhala, melempar
mushaf di tempat-tempat yang kotor; Ibnu 'Abidin berkata:
"Meskipun dia tidak bertujuan untuk melecehkan al Qur'an
karena jelas-jelas perbuatannya tersebut menunjukkan
pelecehan", atau melempar kertas-kertas yang bertuliskan ilmuilmu
syara', atau kertas-kertas yang tertulis nama Allah di
dalamnya dengan mengetahui bahwa dalam kertas itu ada tulisan
nama Allah tersebut.
www.darulfatwa.org.au 19
Kufur perkataan, seperti mencaci maki Allah ta'ala, al Qadli
'Iyadl berkata: "Tidak ada perbedaan pendapat bahwa orang
muslim yang mencaci maki Allah maka ia telah kafir", atau
mencaci maki nabi atau menghinanya, atau menghalalkan sesuatu
yang diharamkan berdasarkan ijma' (kesepakatan ulama mujtahid)
seperti: khamr, zina, liwath, atau mengharamkan sesuatu yang
jelas-jelas halal, atau mencaci maki malaikat, atau mencaci maki
agama Islam, atau berkata: "Aku melakukan ini tanpa dikehendaki
oleh Allah", atau berkata kepada muslim lain: "Wahai kafir" tanpa
takwil –alasan yang dibenarkan-, dan semisalnya.
Kaidah: Setiap keyakinan, perbuatan atau perkataan yang
mengandung pelecehan kepada Allah, kitab-kitab-Nya, rasulrasul-
Nya, malaikat-malaikat-Nya, syi'ar-syi'ar-Nya, ajaran-ajaran
agama-Nya, hukum-hukum-Nya, janji atau ancaman-Nya adalah
kekufuran. Maka hendaklah setiap orang menghindarkan diri dari
ini semua dengan segala kesungguhannya dan dalam keadaan
apapun.
Taubatnya Orang Murtad yaitu melepaskan diri seketika dari
apa yang menjadikannya jatuh dalam kekufuran dengan
mengucapkan dua kalimat syahadat. Tidak bermanfaat baginya
jika mengucapkan أستغفر الله sebelum mengucapkan dua kalimat
syahadat, ini berdasarkan ijma' yang dinukil oleh Imam Mujtahid
Abu Bakar ibn al Mundzir (W. 318 H).
Banyak di antara ulama-ulama seperti: al Faqih al Hanafi Badr
ar-Rasyid (W. 768 H), al Qadli 'Iyadl al Maliki (W. 544 H), al
Faqih Yusuf al Ardabili asy-Syafi'i (W. 799 H), mencatat sekian
banyak perkataan-perkataan yang bisa menjatuhkan pada
kekufuran dan menukilnya dari para imam, maka semestinya
ditelaah itu semua, karena orang yang tidak mengetahui
keburukan, dikhawatirkan akan jatuh pada keburukan tersebut.
Kenyataan Umat Islam Yang Jauh Dari Ilmu Agama di
Perantauan
Di antara cobaan yang sedang kita alami saat ini karena satu
atau lain sebab adalah keadaan kita sekarang yang hidup dalam
keterasingan di lingkungan masyarakat (sebagai imigran), di mana
apa yang kita ingkari lebih banyak dari pada apa yang kita setujui,
sehingga menyatulah dua keterasingan; keterasingan dalam
lingkungan tempat tinggal dan keterasingan dalam agama, pada
zaman yang lemah dan mundur yang dialami oleh ummat.
Berangkat dari keyakinan kita bahwa kebaikan ummat akhir
zaman tidak akan diperoleh kecuali dengan jalan yang ditempuh
oleh generasi awal ummat ini dalam meraih kebaikan, jalan
tersebut adalah tarbiyah dan tahliyah, untuk membangun
masyarakat muslim yang ahli untuk berdakwah, maka kami
memandang sebagai suatu keharusan bagi kita untuk senantiasa
bersemangat memberikan arahan-arahan penting untuk
memperbaiki kualitas pendidikan agama di kalangan komunitas
muslim imigran di negara-negara asing (perantauan).
Jika kita kembali melihat pada kenyataan kita sekarang ini, atau
kita memeriksa kembali akar permasalahan dan penyebab
jauhnya ummat dari ilmuddin ad-dlaruri (ilmu agama yang pokok),
maka akan kita temukan bahwa domisili kita di tengah masyarakat
yang di dalamnya banyak terdapat kecenderungan materialistis
dan keyakinan-keyakinan yang rusak, mau atau tidak mau
memiliki pengaruh buruk bagi pendidikan anak-anak kita.
www.darulfatwa.org.au 20
Di sini harus dicatat dua persoalan yang dirasakan oleh orangorang
dewasa sebelum anak-anak di negara-negara asing
(perantauan) tersebut, yaitu:
Pertama: Kebutuhan terhadap lembaga-lembaga pendidikan
yang menggabungkan antara akidah yang benar dan manhaj yang
asli (autentik), menyampaikan ilmu yang murni yang bersih dari
ektrimitas dan penyimpangan seperti Madrasah Tahfizh al Qur'an
dan sekolah-sekolah agama. Karena meskipun sekolah-sekolah
semacam ini ada tetapi dengan segala kekurangannya masih jauh
dari kebutuhan yang ada dan belum memiliki tingkat kualitas yang
diharapkan, sehingga masih juga menuntut perhatian dan
tanggungjawab yang lebih dari para orang tua dan sekolahsekolah
tersebut untuk bersama-sama melaksanakan kewajiban
mendidik anak.
Dan sungguh saya sangat heran dengan mereka yang menjadikan
pengajaran agama di negara-negara asing sebagai masalah yang
dinomerduakan atau dianggap sekedar memindahkan turats dari
negara asal ke negara-negara asing, padahal persoalannya lebih
besar dari itu. Apakah yang terbayang oleh anda tentang masa
depan seorang anak kecil yang menyendiri di salah satu pojok
sekolah seperti seorang yang sendirian, asing dan terusir,
keraguan-keraguan, prasangka-prasangka dan pertanyaanpertanyaan
selalu muncul mengacaukan dirinya, sehingga
mungkin saja ia keluar dari kelas dalam keadaan menyetujui
kemungkaran, raut mukanya tidak lagi merah padam marah
karena Allah ta'ala ketika mendengarkan hal-hal yang
bertentangan dengan al Qur'an dalam setiap harinya bahkan
dalam rentang waktu setahun penuh. Lalu bagaimana bisa
diharapkan anak ini selamat dari fitnah, selain dengan
membentenginya dengan ilmu agama yang akan menjadi
pencegah dirinya dari kerusakan, dan menjadi penenang hatinya
dari keraguan-keraguan dan penyimpangan.
Kondisi real komunitas-komunitas muslim imigran -
sebagaimana anda sekalian ketahui– adalah antara rasa khawatir
akan timbulnya penyimpangan-penyimpangan moral dan
ketiadaan pendidikan yang islami, sehingga memunculkan
penyimpangan-penyimpangan, di antaranya durhaka kepada
orang tua, hingga meninggalkan Islam dengan meyakini
pemikiran-pemikiran dan teori-teori kufur dan pemahamanpemahaman
yang menyalahi al-Qur'an. Jadi bahaya yang kami
khawatirkan dari narkotika, atau tergoda pada wanita-wanita fasiq
tidak seperti ketakutan kita terhadap bahaya meninggalkan agama
dan jatuh dalam riddah dan kekufuran, Wal 'Iyadzu billah !!!. Iya,
inilah permasalahan yang membuat kaum muslimin tidak bisa
tidur, karena khawatir timbul pada diri anak-anak mereka
keraguan sehingga mereka tidak mampu menjawab pertanyaanpertanyaan
mereka, dan dengan dalih kebebasan berpikir,
sebagian anak-anak orang-orang Islam berusaha meletakkan al
Qur'an untuk diuji apakah kebenaran ada dalam al-Qur'an atau
selainnya !!. Fitnah inilah yang menghantui masyarakat muslim,
maka dari sini dirasa sangat penting dan bahkan merupakan suatu
keniscayaan untuk memusatkan pengajaran pada masalah aqidah
dan ilmu tauhid.
Kedua: Banyak pusat-pusat perkumpulan dan pertemuan,
sekolah-sekolah di barat menjerit dan merintih di bawah
pengaruh-pengaruh fanatisme kelompok, berkisar di antara
kelompok-kelompok dan partai-partai yang telah menentukan
tujuan dan target masing-masing, hal ini menanamkan dalam
pikiran siswa-siswa kecenderungan untuk berpartai atau masuk
pada perkumpulan / kelompok tertentu yang ada, baik yang
www.darulfatwa.org.au 21
diketahui dengan jelas atau yang tidak. Maka sebagaimana kita
giat menyerukan untuk saling bekerjasama demi kepentingan
agama (ta'awun syar'i) dari pada fanatisme kepartaian dan
kelompok, kita juga memperingatkan diri kita sendiri dan
saudara-saudara sesama muslim dari partai-partai, berpartai dan
misi-misi pergerakan partai, fanatisme, loyalitas, dan permusuhan
yang didasari oleh fanatisme kepartaian, dan pada lingkup
kekelompokan yang rusak yang tidak pernah diajarkan oleh Allah
ta'ala, kami mengajak kepada para orang tua untuk bersama
menahan anak-anak mereka dari semua itu, dengan membentengi
mereka dan mengarahkan mereka kepada manhaj Ahlussunnah
Wal Jama'ah sebagaimana yang dipegang teguh oleh as-salaf asshalih
dan yang mereka pesankan serta saling mereka nasehatkan
untuk mengikuti manhaj tersebut.
Saya mengatakan hal ini bukan tanpa bukti, juga tidak
mengada-ada, karena kami benar-benar berada dalam kondisi
keterpurukan semacam ini, seringkali kami mendengar beberapa
anak mendatangi pusat-pusat perkumpulan untuk menanyakan
atau bertanya-tanya: "Kami masuk kelompok mana? Kelompok
orang ini atau orang itu?"
Jadi harus diwujudkan dua hal, yaitu:
1. Jenis materi-materi ilmiah yang mesti diajarkan kepada generasi
muda di negara-negara asing.
2. Kerjasama antar organisasi masyarakat, para ulama dan
lembaga-lembaga untuk mempertahankan identitas keislaman
bagi generasi muda di negara-negara asing.
Tuan-tuan yang mulia
Akibat yang timbul dari ketidaktahuan tentang ilmu agama dan
yang telah merajalela bahwa sebagian ummat Islam telah
kehilangan identitas keislaman mereka, ikut larut dalam kelompok
masyarakat dan arus-arus pemikiran yang menghapuskan ciri-ciri
mereka sebagai seorang muslim yang selalu taat kepada agama
dan bangga dengan keyakinan yang dipeluknya, bahkan di antara
mereka ada yang berpandangan bahwa afiliasinya kepada
lingkungan masyarakat muslim adalah suatu kekurangan dan aib.
Dan yang sangat memalukan bahwa lenyapnya identitas -
sebagaimana yang kita maksud– mencakup seluruh aktifitas
kehidupan seluruhnya baik berupa ibadah mahdlah, amalanamalan,
adat istiadat atau pemikiran, yang semuanya bisa bernilai
ibadah dan bisa mendekatkan diri kepada Allah apabila didasari
dengan niat yang bagus dan tujuan yang benar. Jadi identitas
terbesar kami adalah berpegang teguh dengan aqidah nabi dan
membelanya.
Kaum muslimin yang mulia
Setiap orang yang berakal pasti mengetahui keutamaan ilmu
agama yang disertai dengan pendidikan yang bagus. Dengan ilmu
agama, seorang muslim menyembah Tuhannya secara benar.
Dengan ilmu, seorang muslim berinteraksi dengan sesamanya
secara baik. Dengan ilmu, seorang muslim bekerja di atas bumi
mengharap rizki dari Allah. Dengan ilmu, dibangun peradaban,
dicapai kemuliaan serta kemajuan dan pembangunan bisa
diwujudkan. Allah ta'ala berfirman:
يرفَعِ اللهُ الَّذين آمنوا منكُم والَّذين ُأوتوا العلْم درجات، واللهُ ِبما  
( سورة اادلة: 11 )   تعملُونَ خِبيْر
Maknanya: "Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di
antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa
www.darulfatwa.org.au 22
derajat dan Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan" (Q.S. al
Mujadilah: 11)
Oleh karena itu ada saling keterkaitan antara pendidikan dan
pengajaran, antara ilmu dan amal, antara materi-materi dengan
prinsip-prinsip dan perilaku. Dalam al-Qur'an terdapat ayat-ayat
yang akan selalu dibaca hingga hari kiamat kelak, ayat-ayat
tersebut berisi tentang adab bertutur dan sopan santun dalam
berbicara, dasar-dasar dalam hubungan bermasyarakat, berbuat
baik kepada kedua orang tua, kehidupan suami istri, hubungan
antar negara dalam perdamaian dan peperangan, bahkan tentang
sopan santun dalam meminta izin, sopan santun dalam melihat,
kalau anda ingin tahu silahkan buka surat an-Nisa', al Anfal, al
Hujurat, dan an-Nur. Sedangkan Sunnah dan Sirah nabi adalah
dunia yang bersinar, sarat dengan teladan dan pendidikan. Iya,
inilah hal yang pertama kali harus ditanamkan dalam hati anakanak
dan dimantapkan dalam diri mereka dasar-dasar aqidah yang
benar, aqidah yang benar dan penanaman kepada anak rasa
tawakkal kepada Allah ta'ala. Dengan begitu, seorang mukmin
memiliki semangat yang tinggi dan tekad yang kuat untuk
memenuhi hatinya dengan iman dan rasa yakin, sehingga bisa
diharapkan darinya hasil yang bagus dan tercapainya cita-cita
ummat. Sebagaimana kita amati pula, bahwa penyebaran ilmuilmu
syar'i pada saat ini tidak hanya terbatas di bangku-bangku
sekolah atau kuliah, dengan perkembangan yang pesat dan
penemuan-penemuan menakjubkan dalam media-media
informasi dan komunikasi, kita sekarang berkompetisi dengan
orang-orang selain kita dalam hal mendidik generasi muda kita,
khususnya dengan melihat kenyataan bahwa media-media
tersebut dan khususnya yang menggunakan satelit dimana dosa
yang diakibatkan lebih besar dari pada manfaat yang diperoleh,
nampak jelas bagi yang bisa melihat bahwa media-media tersebut
merusak nilai-nilai dan akidah. Oleh karenanya, adalah suatu
keharusan bagi kita untuk mengerahkan semua tenaga dan
kekuatan, segala upaya dan dana untuk menyebarkan ilmu agama,
Allah ta'ala berfirman:
 يا َأيها الَّذين آمنوا قُوا َأنفُسكُم وَأهليكُم نارا وقُودها الناس والْحجارةُ  
( (سورة التحريم: 6
Maknanya: "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan
keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan
batu" (Q.S. at-Tahrim: 6)
Perintah untuk "memelihara dan menjaga" dalam ayat tersebut
bersifat wajib, orang yang tidak mau melaksanakannya
(memelihara dan menjaga diri dan keluarga) akan dimintai
pertanggungjawaban sebagaimana tersebut dalam hadits riwayat
al Bukhari, Muslim dan yang lainnya:
"كُلُّكُم راعٍ وكُلُّكُم مسُئولٌ عن رعيته" (رواه البخاري ومسلم وغيرهما)
Maknanya: "Masing-masing dari kalian adalah pemimpin dan akan
ditanya tentang orang yang dipimpinnya" (H.R. al Bukhari, Muslim dan
lainnya)
Para hadirin yang kami cintai dan kami muliakan
Prinsip-prinsip agama Islam yang paten adalah landasan yang
benar bagi peradaban Islam yang diberkati oleh Allah bagi
penduduk bumi, dan peradaban Islam tidak akan mengalami fase
kelemahan kecuali jika landasan yang dipakai adalah bukan
landasan yang syar'i, landasan yang meninggalkan norma-norma
agama atau sikap keras membatu yang tidak sanggup ditanggung
www.darulfatwa.org.au 23
oleh umat, dan wajah Islam yang telah dirubah oleh para
ekstrimis yang menyempal dari kebenaran, yang menggoreskan
citra buruk bagi umat Islam.
Berpedoman Pada Terjemahan Yang Benar Dan Bisa
Diperca ya
Di antara permasalahan paling berbahaya yang menyertai
proses pengajaran agama di lingkungan masyarakat Barat adalah
terjemahan yang salah dan tidak teliti terhadap makna ayat-ayat al
Qur'an, aqidah yang benar, hadits nabi, maupun fiqih Islam.
Sangat disayangkan banyak terjemahan yang tidak obyektif dan
tidak memiliki metode ilmiah yang teliti yang dituntut untuk
diikuti dalam hal ini demi mencegah timbulnya penyelewengan
terhadap ajaran syari'at. Banyak di antara terjemahan-terjemahan
tersebut mengacu pada terjemahan-terjemahan lama yang ditulis
oleh orang-orang non muslim, padahal penulisan terjemahan
tersebut dilakukan bukan untuk tujuan ilmiah yang benar, tapi
untuk tujuan-tujuan lain yang bermacam-macam. Di antaranya
untuk mencari kemungkinan menyerang ajaran Islam, pertamatama
melalui penyelewengan makna, kemudian dilanjutkan
dengan memunculkan keraguan tentang kebenaran ajaran
tersebut, sehingga terjemahan-terjemahan ini mengandung
banyak kesalahan yang kebanyakan bertentangan dengan apa
yang terdapat dalam al Qur'an al karim wal 'iyadzu billah.
Kemudian terjemahan-terjemahan tersebut diambil oleh kaum
ekstrimis sekarang yang memiliki pemikiran yang ngawur dan
asal-asalan, mereka tidak membiarkan seorang penguasa, rakyat,
dokter, insinyur, jurnalis, da'i, muadzdzin kecuali mereka kafirkan
dan mereka halalkan darah dan hartanya, hanya karena dia tidak
bergabung dengan kelompok mereka, dan tidak menyetujui
pemikiran mereka, maka dengan ini mereka menambah aksi
penyelewengan, menjauhkan orang dari Islam, dan memperburuk
citra kaum muslimin.
Para hadirin, menulis terjemahan mengenai pengetahuan Islam
membutuhkan amanah ilmiah yang harus dimiliki oleh
penerjemah, yang berpengalaman dan ahli, bisa dipercaya, bukan
berpegang kepada dasar-dasar (prakonsepsi) yang dibuat oleh
musuh-musuh Islam, sehingga akhirnya menghasilkan gambarangambaran
yang tidak benar tentang terjemahan Sirah Nabi karena
tidak berdasar pada kaidah-kaidah ilmiah yang benar dalam
penerjemahan yang bisa dipercaya, kemudian berpindahlah
pemikiran-pemikiran salah ini kepada para penulis dan pengarang
sekarang, dan akhirnya mereka membuat kesalahan dengan
sengaja –atau tidak disengaja- terhadap al Qur'an, Nabi shallallahu
'alayhi wassalam dan sejarah Islam serta umat islam pada
umumnya.
Para Ahli fiqih Islam telah menegaskan larangan
penerjemahan lafazh al-Qur'an secara harfiah, mereka hanya
memperbolehkan penerjemahan makna-makna al Qur'an, karena
bahasa Arab memiliki derivasi kata, makna-makna balaghi dan
majazi yang tidak dimiliki oleh bahasa-bahasa lain, dan hal inilah
yang menjadikan al-Qur'an memiliki tingkat balaghah paling
tinggi dan sebagai mukjizat terbesar, dengan al-Qur'an Nabi
Muhammad menantang orang kafir dan tantangan itu masih
berlanjut sampai hari kiamat kelak, oleh karena itu bagi para da'i
agar berhati-hati dan menolak ide untuk berpedoman kepada
terjemahan-terjemahan semacam itu, lebih-lebih karena
penerjemah-penerjemah tersebut telah melakukan pembuangan,
penambahan dan penyesuaian dengan pendapat atau pemikiran
pribadinya, sehingga menjadikan terjemahan-terjamahan itu tidak
www.darulfatwa.org.au 24
lagi menguraikan makna-makna al-Qur'an dan penjelasan
maksud-maksud syari'at.
Setiap terjemahan yang ditulis oleh orang yang tidak tsiqat,
yang tidak mengerti kaidah-kaidah bahasa (baik bahasa Arab atau
bahasa terjemahannya) dan tidak mengerti kaidah-kaidah dan
istilah-istilah syari'at, maka terjemahan itu tidak dapat dipercaya
bahkan secara umum rusak, tidak boleh dijadikan pedoman serta
tidak diakui sama sekali sebagai terjemahan yang benar.
Umat Islam di seluruh dunia harus berhati-hati tentang hal ini,
lebih-lebih bagi mereka yang berdomisili di lingkungan
masyarakat Barat. Jika tidak, bagaimana kita –sebagai ummat yang
besar- bisa ridla untuk mengambil terjemahan semacam ini yang
ditulis oleh aliran-aliran orientalis yang menerbitkan beberapa
terjemahan dengan nama-nama palsu pinjaman, apa sebenarnya
tendensi di balik itu semua ? Tidak lain adalah untuk menyerang
pemikiran Islam dan menyelewengkan prinsip-prinsip dan nilainilai
keislaman secara keseluruhan !.
Beberapa hal yang harus diperhatikan oleh penerjemah yang tsiqat
adalah:
1. Berusaha memahami tafsir-tafsir yang diakui di kalangan
ummat Islam.
2. Tidak menerjemahkan teks lafazh secara harfiah tapi
menerjemahkan maknanya.
3. Penerjemah telah menguasai secara detail tentang ilmu nahwu,
majaz, isti'aroh dan lain-lainnya yang membuatnya profesional
dalam memahami kata-kata yang ditulis oleh para ahli tafsir
arab yang diakui di kalangan ummat Islam dan tidak
diperselisihkan lagi.
4. Memperhatikan tentang sabab an-nuzul (sebab turunnya ayat).
5. Memperhatikan hal-hal penting yang berkaitan dengan aqidah,
tidak menulis hal-hal yang menyalahi aqidah Islam.
6. Menunjukkan hasil terjemahannya kepada para ulama yang
terpercaya dan mumpuni dalam keilmuannya.
7. Penerjemah pernah belajar ilmu agama secara talaqqi dari para
ulama, ilmu-ilmu yang menjadikannya mampu menerjemah,
ini tidak seperti yang ditemukan sekarang di mana banyak
penerjemah yang hanya mengejar popularitas dan harta.
Semua ini menjelaskan kepada kita dan lebih mempertegas
pentingnya memperhatikan pelik-pelik penerjemahan dan
meninggalkan terjemahan-terjemahan yang berisi hal-hal yang
bertentangan dengan aqidah ahlussunnah wal jama'ah. Karena
kami telah melihat dalam beberapa naskah yang mereka anggap
sebagai naskah terjemahan al-Qur'an dan mereka tulis dengan
bahasa selain Arab terjemahan yang berbunyi: Allah duduk di atas
'Arsy atau menetap dan bersemayam di atas 'Arsy, mereka
menganggap bahwa pemahaman tersebut adalah terjemahan dari
ayat:
( سورة طه: 5 )  الرحمن علَى العرشِ استوى 
Sungguh tidak benar, kalau pemahaman seperti itu dianggap
sebagai makna ayat tersebut, karena duduk adalah salah satu dari
sifat yang khusus bagi jisim (sesuatu yang memiliki bentuk dan
ukuran), dalam bahasa Arab kata "duduk" tidak digunakan
kecuali untuk benda yang memiliki dua bagian; separuh atas dan
separuh bawah, padahal Allah ta'ala Maha Suci dari berupa benda
dan disifati dengan sifat-sifat benda, Allah ta'ala berfirman:
( سورة الشورى: 11 )   َليس كَمثْله شىءٌ وهو السميع البصير 
Maknanya: "Allah tidak menyerupai sesuatu-pun dari makhluk-Nya dan
Ia memiliki pendengaran yang tidak seperti pendengaran makhluk dan
penglihatan yang tidak seperti penglihatan makhluk" (Q.S. asy-Syura:
11)
www.darulfatwa.org.au 25
Allah ta'ala ada sebelum adanya 'Arsy tanpa 'Arsy dan setelah
menciptakan 'Arsy tetap sebagaimana ada-Nya, tidak berubah
dari keberadaan-Nya, dan Allah tidak membutuhkan kepada
makhluk-Nya, Rasulullah shallallahu 'alayhi wasallam bersabda:
" كَانَ اللهُ ولَم ي ُ كن شىءٌ َ غيره " (رواه البخاري والبيهقي وابن
الجارود)
Maknanya: “Allah ada pada azal (keberadaan tanpa permulaan) dan
belum ada sesuatupun selain-Nya”. (H.R. al Bukhari, al Bayhaqi dan
Ibn al Jarud)
Al Imam Abu Manshur al Baghdadi dalam kitabnya al Farq bayn
al Firaq meriwayatkan bahwa Sayyiduna Ali radliyallahu 'anhu
berkata:
"ِإنَّ اللهَ خلَق العرش ِإظْهارا لقُدرته وَلم يتخذْه مكَانا لذَاته".
"Sesungguhnya Allah menciptakan 'Arsy (makhluk Allah yang paling
besar) untuk menampakkan kekuasaan-Nya bukan untuk
menjadikannya tempat bagi Dzat-Nya".
Al Imam Abu Hanifah radliyallahu 'anhu dalam kitabnya al
Washiyyah mengatakan:
"فَلَو كَانَ محتاجا ِإَلى الْجلُوسِ والْقَرارِ فَقَبلَ خلْقِ العرشِ َأين كَانَ اللهُ ؟!
تعالَى اللهُ عن ذَلك علُوا كَِبيرا".
"Seandainya Allah butuh kepada duduk dan bertempat, lalu di manakah
Allah sebelum diciptakan 'Arsy ?! maha suci Allah dari duduk dan
bertempat dengan kesucian yang agung".
Diriwayatkan oleh al Hafizh al Bayhaqi dalam kitabnya al Asma'
Wa ash-Shifat dengan sanad yang kuat bahwa al Imam Malik
radliyallahu 'anhu mengatakan tentang istiwa' Allah:
" استوى كَما وصف نفْسه ولاَ يقَا ُ ل كَيف وكَيف عنه مرفُوع".
"Allah istawa sebagaimana Allah mensifati Dzat (hakekat)-Nya dan
tidak boleh dikatakan bagaimana, dan kayfa (sifat-sifat makhluk) adalah
mustahil bagi-Nya".
Diriwayatkan oleh Syekh al Mutakallim Ibnu al Mu'allim al
Qurasyi dalam kitabnya Najm al Muhtadi wa Rajm al Mu'tadi
bahwasanya al Imam asy-Syafi'i radliyallahu 'anhu mengatakan:
"من اعتقَد َأنَّ اللهَ جالس علَى العرشِ فَهو كَافر".
"Barangsiapa meyakini bahwa Allah duduk di atas 'Arsy maka dia telah
kafir".
Seorang ahli fiqih dan hadits Imam Badruddin az-Zarkasyi dalam
kitabnya Tasynif al Masami' meriwayatkan bahwa al Imam Ahmad
radliyallahu 'anhu berkata:
" من قَالَ اللهُ جِسم َلا كَالأَجسامِ كَفَر ".
"Barang siapa yang mengatakan Allah adalah benda, tidak seperti bendabenda
maka ia telah kafir".
Imam Abu Ja'far ath-Thahawi radliyallahu 'anhu berkata dalam
menjelaskan tentang aqidah Ahlussunnah wal Jama'ah:
" ومن وصف اللهَ ِبمعنى من معانِي البشرِ فَقَد كَفَر".
"Barangsiapa menyifati Allah dengan salah satu sifat manusia maka ia
telah kafir".
Hendaklah diketahui bahwa kata "istiwa'" dalam bahasa Arab
memiliki 15 makna sebagaimana dikatakan oleh al Hafizh Abu
Bakr ibn al 'Arabi, di antaranya adalah: istiqrar (menetap dan
bersemayam), tamam (sempurna), i'tidal (lurus), isti'la' (berada di
atas sesuatu), 'uluww (tinggi), istiilaa' (menguasai), dan lain-lain. Di
antara makna-makna tersebut, ada yang layak bagi Allah dan ada
www.darulfatwa.org.au 26
yang tidak layak bagi Allah, makna yang termasuk sifat-sifat
benda tidak layak bagi Allah.
Tidak ditemukan dalam bahasa selain bahasa Arab kata yang
sepadan dengan kata "istawa", lalu mengapa mereka berani
menerjemahkannya dan membatasinya dengan makna "julus"
(duduk) yang merupakan sifat manusia, binatang, jin dan
malaikat?!! Maha Suci Allah, ini adalah kebohongan besar.
Sedangkan jika mereka menerjemahkannya dengan makna yang
dipilih oleh sekelompok ulama Ahlussunnah dari kalangan salaf
dan khalaf yaitu "al Qahr" (menundukkan dan menguasai) maka
akan lebih baik bagi mereka. Para ulama yang menegaskan makna
tersebut dari kalangan ahli bahasa, ahli tafsir, ahli hadits dan para
ulama madzhab empat, di antaranya adalah:
· Seorang ahli bahasa dan ahli nahwu Abu Abdurrahman
Abdullah ibn Yahya ibn al Mubarak (W. 237 H) dalam
kitabnya Gharib al Qur'an dan tafsirnya.
· Seorang ahli bahasa Abu Ishaq Ibrahim ibn as-Sari az-Zajjaj
(W. 311 H) dalam kitabnya Ma'ani al Qur'an.
· Al Imam Abu Manshur Muhammad ibn Muhammad al
Maturidi as-Samarqandi al Hanafi (W. 333 H) dalam kitabnya
Ta'wilat Ahlissunnah.
· Seorang ahli bahasa Abu al Qasim Abdurrahman ibn Ishaq az-
Zajjaji (W. 340 H) dalam kitabnya Isytiqaq Asma-illah.
· Al Hafizh Abu Bakr al Bayhaqi asy-Syafi'i (W. 458 H) dalam
kitabnya al Asma' wa ash-Shifat.
· Al Qadli Syekh Abu al Walid Muhammad ibn Ahmad al
Maliki Qadli al Jama'ah di Kordova yang lebih dikenal dengan
nama Ibnu Rusyd al Jadd (W. 520 H) sebagaimana disebutkan
dalam kitab al Madkhal karya Ibnu al Haajj al Maliki.
· Al Imam Jamaluddin Abu al Faraj Abdurrahman ibn al Jawzi
al Hanbali (W. 597 H) dalam kitabnya Daf'u Syubah at-Tasybih
menjelaskan tentang bantahan terhadap kaum Mujassimah.
· Al Mufassir al Qadli Abu Sa'id al Baydlawi (W. 685 H) dalam
tafsir Anwar at-Tanzil.
· Syekh Muhammad ibn Mahfuzh at-Termasi al-Indonesi dan
Syekh al Mufassir Muhammad Nawawi al Jawi
Dan para ulama lainnya, baca karya kami "Tafsir Ulinnuha li
Qaulihi Ta'ala: ar-Rahmanu 'ala al 'Arsyi istawa".
Kami juga telah melihat beberapa buku berbahasa Inggris
yang berbicara tentang Islam, penulis-penulisnya mengatakan
Allah adalah "Light; cahaya", mereka mengatakan nama Allah
"an-Nur" bermakna cahaya, ini adalah kesesatan yang parah dan
menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya. Karena cahaya adalah
makhluk Allah, Allah tidak serupa dengan makhluk-Nya, Allah
tabaraka wa ta'ala adalah an-Nur bermakna al Hadi; maha memberi
petunjuk, atau al Munir; yang menciptakan cahaya dan memberi
penerangan, tidak ditemukan dalam bahasa lain selain bahasa arab
kata yang sepadan dengan an-Nur. Allah ta'ala berfirman:
( سورة يوسف: 2 )  ِإنا َأنزلْناه قُرآنا عرِبيا َلعلَّكُم تعقلُونَ 
Maknanya: "Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa al Qur'an
dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya" (Q.S. Yusuf: 2)
Sedangkan mereka yang sembrono tersebut telah menjadikan
al Qur'an kontradiktif; sebagian ayat menentang sebagian ayat
yang lain dan merusak akidah banyak orang dan mencabut nilainilai
balaghah dan i'jaz dari al Qur'an kitabullah.
Dari sini bisa ditarik kesimpulan bahwa para dai' di lingkungan
masyarakat Barat tidak diperkenankan untuk berpedoman kepada
terjemahan-terjemahan yang rusak dan bathil yang bertentangan
dengan prinsip-prinsip dan keyakinan-keyakinan Islam.
www.darulfatwa.org.au 27
Hubungan Dengan Media di Kalangan Masyarakat Barat
Aksi teror pada 11 September mengakibatkan perubahan
mendasar pada pandangan Barat terhadap Islam dan ummat
Islam, karena para pelaku dan oknum-oknum di belakang mereka
mengklaim bahwa aksi yang mereka melakukan tersebut
berangkat dari pemahaman jihad dalam ajaran Islam, Klaim
tersebut -yang dinyatakan oleh beberapa tokoh ekstrim -
dibenarkan oleh media-media massa, dari situ mereka langsung
mengambil kesimpulan bahwa Islam adalah agama yang
mengajarkan aksi-aksi seperti itu, dan menganggap kaum
muslimin sebagai teroris yang tidak mengenal rasa sayang kepada
anak-anak, dan tidak mengenal rasa kasihan pada wanita-wanita
dan orang tua. Media massa kemudian menyoroti pemikiran yang
aneh dan ekstrim tersebut yang dianggap sebagai ajaran Islam,
sehingga memunculkan pandangan negatif dari orang-orang Barat
terhadap Islam dan umat Islam yang hidup di sana, di sinilah
dituntut peran seorang da'i muslim yang mu'tadil (moderat) untuk
meluruskan beberapa hal dan menjelaskan hakikat Islam dan
keluesan syari'at Islam.
Seorang da'i muslim yang mu'tadil tidak akan rela dengan
praktek beberapa kelompok yang mengaku-ngaku Islam dan
menggunakan kedok jargon-jargon keislaman untuk tujuan
memperoleh keuntungan politis melalui upaya meraih dukungan
massa yang sedang marah karena kezhaliman yang selama ini
dirasakan oleh masyarakat Arab dan masyarakat Islam. Padahal
mestinya, kezhaliman tidak dilawan dengan kezhaliman yang
sama, ajaran Islam tidak merelakan penghalalan darah orangorang
yang tidak memiliki sangkut paut dengan permasalahan,
yang terpelihara darah dan keamanan mereka, oleh karena itu
seorang da'i agar berinisiatif untuk mensosialisasikan kepada
media massa Barat tentang i'tidal dalam Islam serta menjelaskan
hakikat permasalahan yang sebenarnya secara mendetail, untuk
meluruskan pandangan-pandangan negatif yang diarahkan kepada
Islam dan kaum muslimin di berbagai daerah dan negara.
Kelompok-kelompok ekstrimis hanyalah kelompok kecil yang
tidak berarti, bahkan di negara-negara Islam dan Arab sendiri,
lalu bagaimana mungkin mereka memiliki jumlah besar di tengahtengah
masyarakat barat …!! Dari sini, media massa di lingkungan
masyarakat Barat harus teliti dan mengecek ulang kebenaran
semua informasi, daripada meliput berita-berita tentang
kelompok-kelompok ekstrimis dan teroris, yang seakan
merepresentasikan Islam dan kaum muslimin yang sebenarnya.
Dengan cara seperti ini, seorang da'i melaksanakan apa yang
seharusnya dia lakukan, yaitu membela Islam dengan perkataan
yang benar dan mauizhah hasanah, dengan cara ini seorang da'i
yang mu'tadil bisa menanggulangi upaya-upaya menghalangi
penyebaran Islam dan ajaran-ajarannya yang luhur dan mulia
sepanjang masa. Bahkan dalam situasi dimana seorang da'i
mengalami gangguan-gangguan dari kelompok-kelompok
ekstrimis dari agama-agama lain yang menganggap bahwa mereka
melakukan balas dendam terhadap ummat Islam. Jadi seorang
da'i seharusnya menghadapi semua itu dengan cara berbaur
dengan anggota masyarakat lain di Barat, berkomunikasi dengan
masyarakat melalui media informasi, tidak mengasingkan diri dan
menutup diri, melainkan ia hadapi segenap masyarakat dengan
logis dan bijak, menjelaskan kepada mereka bahwa Islam tidak
rela terhadap aksi-aksi semacam itu yang sama sekali tidak ada
kaitannya dengan Islam, tidak dari dekat atau dari jauh.
Seorang da'i seharusnya memberitahukan kepada
masyarakat bahwa Islam adalah agama ilmu dan amal, agama
yang mendorong para pemeluknya untuk giat dalam menuntut
www.darulfatwa.org.au 28
ilmu, belajar dan mengajar. Ummat Islam memiliki warisan
peradaban, pemikiran dan keilmuan yang patut dibanggakan.
Ummat Islam ketika dalam kondisi kuat, tidak menggunakan
kekuatannya untuk kezhaliman dan permusuhan, tapi
menggunakan kekuatannya dengan hak dan benar. Dari sini
nampak keluhuran peradaban Islam dengan ciri dan semboyansemboyannya,
dan dengan ini seorang dai menghilangkan
penutup dari mata-mata yang telah berkarat, sehingga masyarakat
akan memahami bahwa adalah kebohongan jika dikatakan:
"Agama adalah candu masyarakat", dan termasuk kebohongan
besar jika dikatakan: "Islam bertentangan dengan ilmu
pengetahuan".
Semua ini menjelaskan kepada kita pentingnya para da'i agar
berkomunikasi dengan media massa secara positif sehingga
membantu untuk:
@ Merubah arah dan kecenderungan informasi yang
berkembang di tengah masyarakat Barat yang memusuhi
Islam agar berbalik menyetujui pemahaman dan ajaran Islam
yang sebenarnya dan yang benar.
@ Dari sini dikatakan kepada generasi muda ummat Islam yang
tinggal di negara-negara Barat agar menolak ekstrimisme,
terorisme serta agar mereka tidak mempercayai pemikiranpemikiran
yang menghancurkan masyarakat dan negara
tersebut.
@ Berikutnya mengajak generasi muda ummat Islam yang
tinggal di negara-negara barat untuk memahami Islam
dengan pemahaman yang mu'tadil (moderat) tentang prinsipprinsip
dan nilai-nilai Islam yang luhur.
@ Untuk selanjutnya memberikan pemahaman kepada
masyarakat di luar Islam tentang Islam yang sebenarnya tidak
seperti yang digambarkan oleh sebagian orang.
@ Bekerjasama dengan media massa untuk menyebarkan sadar
budaya yang menjamin kemungkinan untuk menyuarakan
sikap seorang muslim moderat yang memahami agamanya
dengan benar.
@ Mengenalkan sejarah Islam yang bersinar dan kemampuan
peradaban Islam untuk berdiri tegak dalam kehidupan di
dunia dan mampu membimbing masyarakat kepada
kebaikan.
@ Mengupayakan adanya sarana-sarana informasi moderen
dengan teknologinya yang terus berkembang dan mampu
mempertegas gambaran sesungguhnya mengenai Islam dan
manhajnya yang mu'tadil.
Pengalaman Darul Fatwa di Australia
Saudara-saudara sekalian
Allah ta'ala berfirman:
وتعاونوا علَى البِر والتقْوى ولاَ تعاونوا علَى الإِثْمِ والعدوان، واتقُوا اللهَ، 
( سورة المائدة: 2 )  ِإنَّ اللهَ شديد العقَابِ
Maknanya: "Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan)
kebajikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan
pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah
amat berat siksa-Nya" (Q.S. al Maa-idah: 2)
Karena mengamalkan ayat tersebut dan untuk menyatukan
kekuatan, serta menjawab kebutuhan ummat Islam di Australia,
kami; sekelompok para da'i Muslim yang tinggal di Australia, yang
memiliki ijazah keilmuan dalam bidang keagamaan, dari asal
keturunan Arab (Irak, Syiria, Mesir, Lebanon, Yordania, Aljazair,
www.darulfatwa.org.au 29
Palestina, Somalia, Sudan dan lain-lain), dan non Arab
(Indonesia, Afghanistan, Pakistan, India, Bosnia, Turki, Harar,
Afrika, Bangladesh dan lain-lain) dan dari seluruh negara-negara
bagian di Australia, mendirikan: Darul Fatwa di Australia, kami
telah mendaftarkannya beserta logonya secara resmi sesuai
undang-undang. Dengan dukungan sebagian besar organisasiorganisasi
dan lembaga-lembaga keislaman yang mewakili
masyarakat muslim Australia yang berbeda-beda latar belakang
dan dari negara bagian yang berbeda.
Ide untuk mendirikan Darul Fatwa muncul karena kebutuhan
masyarakat muslim di Australia terhadap organisasi yang
menyuarakan kepentingannya, mengungkapkan perasaannya,
merasakan suka dukanya dan menulis dengan penanya.
ü Darul Fatwa di Australia adalah pusat ilmu dengan
keikhlasan dan beramal dengan baik, tolong menolong,
terbuka, membimbing, memperbaiki. Darul Fatwa didirikan
dengan maksud untuk kebaikan, menyebarkan keutamaan
dan kebajikan dan mengobati luka serta kebobrokan.
ü Mengambil manhajnya dari al Qur'an dan sunnah serta
penjelasan para ulama madzhab yang diakui.
ü Rujukan bagi ummat Islam yang komprehensif, terpercaya
dalam mengemban amanat untuk menyampaikan ajaran
syari'at sekaligus pengamalannya, memiliki perhatian untuk
menyatukan ummat dalam satu komando dan barisan.
ü Mengajak kepada i'tidal baik dalam berpikir maupun
bersikap, serta bekerjasama untuk kebaikan negara dan warga
negara.
ü Beranggotakan sejumlah cendekiawan muslim yang memiliki
ijazah ilmiah dan syar'iyyah dari berbagai bangsa.
ü Memiliki perhatian untuk memberikan fatwa-fatwa yang
benar, dan diperkuat dengan dalil-dalil yang kuat.
Tujuan-tujuan Darul Fatwa
Darul Fatwa di Australia dan manhaj moderat yang diikuti
oleh kalangan Ahlussunnah, baik dari kalangan para ulama', da'i,
ormas, yayasan, pusat-pusat perkumpulan, dan sekelompok besar
dari masyarakat di seluruh negara bagian di Australia, berusaha
sesuai kemampuan yang dimiliki untuk mewujudkan hal-hal
sebagai berikut:
· Menyebarkan ilmu agama yang benar sesuai dengan ajaran
Ahlussunnah wal Jama'ah dengan berbagai media secara
hikmah, mau'izhah hasanah. Mendirikan masjid-masjid dan
mushalla-mushalla atau merenovasi yang retak atau roboh.
· Mengajak kepada i'tidal dalam berpikir dan bersikap, serta
memerangi ekstrimisme dan sikap berlebih-lebihan dalam
beragama.
· Membersihkan masyarakat dari pemikiran-pemikiran yang
ganjil dan pemahaman-pemahaman yang salah.
· Meluruskan individu, keluarga dan masyarakat, mengajak
untuk berakhlaq yang baik dan saling mencintai karena Allah
serta melaksanakan keta'atan kepada-Nya.
· Menyebarkan peradaban moderen dan ilmu alam yang
bermanfaat serta mendirikan sekolah-sekolah, lembagalembaga
dan perguruan-perguruan tinggi.
· Menyusun kajian-kajian ilmiah yang berbobot sesuai dengan
kebutuhan ummat, kondisi dan permasalahan mereka.
· Mencetak naskah-naskah warisan Islam yang masih dalam
bentuk manuskrip, menyebarkan dan mentahqiqnya.
· Bekerja sama untuk kebaikan negara dan warga melalui sikap
keterbukaan yang membuahkan hasil, berinteraksi dengan
tokoh, organisasi-organisasi dan lembaga-lembaga lain.
www.darulfatwa.org.au 30
· Menyemarakkan kegiatan-kegiatan keagamaan dan perayaanperayaan
dengan cara-cara yang menarik karena dalam
kegiatan-kegiatan tersebut banyak makna yang bisa diambil.
· Mendirikan pusat-pusat informasi untuk menyebarkan tujuantujuan
yang mulia dan ajaran-ajaran yang luhur
· Memperhatikan kondisi sosial masyarakat, kesehatan,
kegiatan-kegiatan kepemudaan, pramuka dan olahraga yang
bermanfaat untuk menjaga dan memelihara anak-anak dan
generasi muda dan mengorientasikan keahlian mereka, agar
mereka melaksanakan peran yang dituntut dari mereka.
· Memberikan perhatian terhadap kegiatan-kegiatan kewanitaan,
memanfaatkan potensi perempuan dalam berbagai bidang dan
medan yang diperlukan.
· Menaruh perhatian penuh kepada pemuda dan pemudi,
menyediakan kebutuhan-kebutuhan keagamaan dan
kemasyarakatan mereka.
Beberapa Khidmah yang dipersembahkan oleh Darul Fatwa
o Mengisi media-media informasi dengan makalah-makalah
keagamaan dan memperkaya mereka dengan kajian-kajian
praktis yang menggambarkan kondisi para imigran muslim dan
menyampaikan sikap ummat terhadap segala fenomena aktual
yang tengah berlangsung.
o Memberitahukan kepada masyarakat muslim tentang makanan
dan minuman yang halal.
o Mengawasi proses penyembelihan di tempat-tempat
penyembelihan dan memberikan sertifikat-sertifikat izin yang
terkait.
o Memasukkan pengajar-pengajar yang ahli dalam mengajar al-
Qur'an dan ilmu agama yang murni ke sekolah-sekolah negeri
dan swasta, dengan berkoordinasi bersama organisasiorganisasi
Islam lain.
o Membekali masyarakat –terutama bagi mereka yang
menginginkan- dengan fatwa-fatwa keagamaan yang didukung
dengan dalil-dalil aqliyyah dan naqliyyah.
o Membekali masyarakat muslim dengan kalender tahunan
menggunakan penanggalan hijriyyah yang memuat hari-hari
besar keagamaan, di samping juga menyediakan imsakiyyah
untuk bulan Ramadlan.
o Perhatian terhadap permasalahan-permasalahan masyarakat
seperti perkawinan, thalaq, mencari solusi pertikaianpertikaian
yang dihadapi suami istri dan menyimpannya dalam
file khusus sehingga bisa dilihat kembali jika perlu.
o Membekali masyarakat imigran dengan buku petunjuk yang
berisi nasab-nasab keluarga-keluarga muslim.
o Memberikan arahan berupa nasehat-nasehat dan bimbinganbimbingan
untuk keluarga muslim sekitar permasalahanpermasalahan
yang mereka hadapi dalam kehidupan seharihari.
o Membekali pimpinan-pimpinan masjid, pusat-pusat keislaman
dan organisasi-organisasi keislaman di Australia dengan
materi-materi keagamaan yang digali dari al-Qur'an dan
sunnah.
o Menyelenggarakan pelatihan-pelatihan hafalan al-Qur'an dan
matan-matan ilmu agama dengan dua bahasa; Arab dan
Inggris dengan berkoordinasi bersama organisasi-organisasi
lain.
o Menyemarakkan kegiatan-kegiatan keagamaan dan
mengingatkan kepada makna-makna yang dikandung, dengan
bekerjasama dan berkoordinasi dengan organisasi-organisasi
lain.
www.darulfatwa.org.au 31
o Memberikan perhatian kepada para muallaf dengan mengajari
mereka ilmu agama, al-Qur'an dan bahasa Arab, dan
menyediakan sarana-sarana untuk memperkuat keahlian dan
kemampuan mereka agar bisa ikut berperan dalam penyebaran
Islam.
o Menyelenggarakan ceramah-ceramah pembinaan dan
bimbingan, terutama dalam menjelaskan hakikat Islam dan
ketidakterkaitannya dengan ekstrimisme yang dibenci.
Lembaga-lembaga Yang Berada di Bawah Naungan Darul
Fatwa
Darul Fatwa memperoleh label sebagai organisasi
internasional, karena memiliki hubungan yang erat dan kerjasama
yang kuat dengan organisasi-organisasi Islam di seluruh negaranegara
Islam (Timur tengah dan Asia Tenggara dan lain-lain),
serta organisasi-organisasi Islam di negara-negara asing (seperti:
Amerika, Kanada, Eropa, Rusia, Ukraina dan lain-lain). Darul
Fatwa juga menjadi organisasi rujukan di Australia karena
keberhasilan yang dicapainya di sana, hal itu dilakukannya dengan
kerjasama bersama beberapa pimpinan, aktifis dan organisasiorganisasi
Islam lain, di antaranya: Jam'iyyah al Masyari' al
Khairiyyah al Islamiyyah (http://www.icpa.org.au), Jam'iyyah
Ri'ayah al Mar'ah al Muslimah (http://www.mwwa.org.au),
Jam'iyyah asy-Syabab al Muslim (http://www.myot.org.au), al
Jam'iyyah ash-Shufiyyah al Ustraliyyah
(http://www.rifa'iyyah.com/soufi), Jam'iyyah al Asyraf
(http://www.al-ashraf.org.au / http://www.al-ashraf-leb.org),
dan lain-lain. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada situs kami
(http://www.darulfatwa.org.au) untuk lebih mengenal tentang
organisasi-organisasi yang tergabung dalam Darul Fatwa serta
kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh Darul Fatwa. Dalam
kesempatan ini saya ingin menyampaikan gambaran sekilas
mengenai beberapa lembaga Islam di Australia agar menjadi
pendorong bagi semua ummat Islam untuk meneladani Darul
Fatwa di Australia dan manhajnya yang mu'tadil dan berhasil.
كلية الأمانة
Perguruan al-Amanah
/http: // www. alamanah.nsw.edu.au
Didirikan pada tahun 1998, mulai dari pendidikan tingkat
taman kanak-kanak sampai kelas tiga pada jenjang pendidikan
selanjutnya, dengan metode pendidikan yang efektif, memperoleh
kepercayaan msyarakat dan berbagai institusi, diterima oleh
masyarakat. Guna memenuhi permintaan yang ada, dibukalah
cabang perguruan al Amanah di Liverpool pada tahun 2001 dan
sekarang jumlah siswanya telah mencapai sekitar 800 siswa dan
siswi. Dengan pertolongan dari Allah subhanahu wa ta'ala
perguruan al Amanah ini terus berjalan dengan membuka kelaskelas
baru pada setiap tahunnya, dari ibtida'iyyah hingga Aliyah.
Dikelola oleh para pakar yang berkompeten dan memiliki ijazah
dengan spesialisasi pada bidang masing-masing. Perguruan al-
Amanah adalah contoh sekolah bilingual, dengan tanpa
berlebihan pada satu bahasa dengan melalaikan bahasa lain atau
sebaliknya, sehingga menjadi harapan bagi masyarakat untuk
menaruh harapan masa depan yang cerah bagi anak-anak mereka,
menjadi generasi yang bermanfaat, dan berbudaya di tengah
masyarakat Australia. Perguruan al-Amanah adalah pancaran
cahaya untuk masa depan yang lebih baik.
www.darulfatwa.org.au 32
Madrasah Pendidikan al-Qur'an dan Bahasa Arab
Perhatian Darul Fatwa pada penyebaran ajaran-ajaran Islam
yang luhur menjadikannya serius dalam melaksanakan pengajaran
bagi generasi mendatang. Didirikanlah madrasah-madrasah yang
melaksanakan pengajaran al-Qur'an dan bahasa Arab pada tiap
hari sabtu. Madrasah-madrasah ini tersebar di wilayah-wilayah
yang banyak didiami komunitas imigran muslim dan Arab,
madrasah-madrasah ini dikagumi dan memperoleh penghargaan
dari para penanggungjawab pendidikan di Australia.
Diselenggarakan juga halaqah-halaqah dan kegiatan-kegiatan
khusus untuk pembelajaran bahasa Arab dengan tanpa dipungut
biaya (gratis) bagi orang-orang yang tidak berbahasa Arab atau
tidak berasal dari bangsa Arab. Madrasah-madrasah kami adalah
pancaran cahaya, anak-anak kami adalah masa depan yang
bersinar.
Pendidikan Agama Islam di Sekolah-sekolah Resmi
Darul Fatwa menyadari pentingnya memberi arahan yang
benar kepada anak-anak di komunitas imigran Arab dan Islam
agar menjadi penyuluh-penyuluh kebaikan, i'tidal, dan islah,
bukan penyeru-penyeru untuk kerusuhan, perusakan dan
penghancuran. Maka mukhlishin dan mukhlishat ikut serta aktif
di Darul Fatwa dan organisasi-organisasi yang tergabung di
dalamnya dalam memberikan pengajaran di sekolah-sekolah
resmi. Dalam kegiatan pengajaran ini mereka berpedoman pada
kurikulum pengajaran yang disederhanakan, yang telah disusun
dan diawasi oleh para ahli dari Darul Fatwa dan
direkomendasikan oleh Universitas al Azhar Mesir.
MCR إذاعة الجاليات الإسلامية
Radio Komunitas Muslim MCR
/http: // www. 2mfm.org
Darul Fatwa di Australia turut berbangga dengan masuknya
Siaran Radio Islam pertama yang memancar pada gelombang
siaran 92.1 FM selama 24 jam di Australia.
Siaran Radio ini memiliki keistimewaan dalam multilingual
siarannya, memancarkan siarannya dengan bahasa Arab, Inggris,
Indonesia, Somalia, Turki, Urdu dan lain-lain, disamping
teknologi canggih yaitu dengan menggunakan peralatan-peralatan
teknologi terbaru sehingga memungkinkan untuk diterima di
seluruh wilayah kota Sidney yang besar, bahkan di seluruh
Australia atau di seluruh dunia melalui internet seperti halnya
satelit. Acara-acaranya juga bermacam-macam sesuai dengan
umur, ada acara-acara khusus anak-anak, acara-acara penyuluhan
masyarakat, acara-acara yang membahas tentang hukum agama,
acara-acara bincang-bincang dan siaran langsung. Dalam
beberapa acaranya menghadirkan sejumlah tokoh-tokoh terkenal.
Siaran radio ini telah memperoleh penghargaan daerah
Bankstown pada tahun 1998 kelompok organisasi daerah,
kemudian badan perizinan siaran Australia memberikan juga
penghargaan untuk ikut siaran pada tahun 2000 seperti halnya
sekitar 70 siaran radio lain dari seluruh wilayah benua Australia.
Dalam penghitungan rating terakhir menunjukkan bahwa
kebanyakan masyarakat muslim di Sidney mendengarkan radio
ini, banyak mengambil faedah darinya dan membentengi anakanak
mereka dengan siaran-siarannya.
MCR adalah impian dan harapan yang telah menjadi
kenyataan.
www.darulfatwa.org.au 33
Group Nasyid Islami
Grup Nasyid Islami baik laki-laki atau perempuan ikut serta
dalam menyemarakkan acara-acara keagamaan dan kenegaraan
dengan nuansa asli warisan Islam, budaya Islam dan Arab. Juga
bergabung dengan masyarakat untuk memberikan ucapan selamat
atas kebahagian mereka atau melipur lara atas kesedihan mereka.
Alhamdulillah mereka terus berkembang maju dalam kesenian dan
pertunjukan mereka, dan mereka memiliki keunggulan dalam
beberapa festival, sehingga menarik perhatian dari para seniman,
di samping juga bergabung dengan tim nasyid ini murid-murid
pilihan dari Madrasah ats-Tsaqafah al Islamiyyah dan Perguruan
al Amanah untuk nasyid dan penampilan drama dan teater islami
dan wathoni.
Grup nasyid ini tidak mengambil bayaran dalam penampilanpenampilannya,
mereka hanya mengharap ridlo Allah dan
beramal untuk menggembirakan dan membahagiakan hati ummat
Islam. Perlu diberitahukan juga bahwa grup-grup ini ikut mengisi
siaran radio komunitas Muslim dengan produk-produk kesenian
khas daerah.
كشافة المشاريع
Pramuka Masyari'
/http: // www. Muslim.orag.au
Regu Pramuka Masyari' dibentuk pada tahun 1994 dengan
maksud agar bisa ikut memberikan perhatian penuh kepada anakanak
dan pemuda muslim sebagai sumbangsihnya dalam
menunjukkan peran yang baik di tengah pergaulan yang harmonis
di Australia, bergabung dalam regu ini lebih dari 100 pemuda,
pemudi dan pembina untuk mensukseskan kegiatan-kegiatan
yang mendidik, pelatihan-pelatihan yang orientatif dan
perkemahan-perkemahan yang menghibur, anak-anak dengan
ikhlas dan niat yang baik ikut berpartisipasi dalam kegiatan hari
kebersihan, hari tanaman, hari Australia, festival tahunan anak di
Bankstown, menjenguk orang-orang sakit di beberapa rumah
sakit dalam berbagai kesempatan dengan membagi-bagi bunga
dan hadiah untuk orang-orang sakit muslim atau non muslim,
dengan kegiatan-kegiatan tersebut regu pramuka ini memperoleh
kepercayaan dari lembaga-lembaga kepanduan dan politik secara
layak dan patut dibanggakan.
نادي الرماح الرياضي
Klub Olah Raga Memanah
/http: // www. spearssports.org.au
Klub olah raga memanah ini didirikan di Sidney pada tahun
1999 dalam rangka memberikan perhatian kepada anak-anak
muslim dan menyatukan mereka dalam kegiatan yang santai dan
menyenangkan, dalam pertandingan-pertandingan yang
kompetitif, untuk mempertajam kepandaian mereka serta
mengangkat nama komunitas muslim dengan menjuarai beberapa
kejuaraan dan memperoleh banyak medali emas, semua kegiatan
ini diarahkan dengan orientasi keislaman yang benar, mengajak
pada interaksi yang baik dan pergaulan yang harmonis, akhirnya
bisa mengumpulkan sekitar lebih dari 300 anggota yang terdiri
dari anak-anak muslim laki-laki dan perempuan, yang kemudian
diikutkan pada pertandingan-pertandingan periodik bersama
dengan klub-klub olahraga lain dari latar belakang yang
bermacam-macam, semuanya menginduk pada persatuanwww.
darulfatwa.org.au 34
persatuan olahraga di setiap daerah, persatuan sepak bola,
persatuan bola basket, persatuan karate, persatuan tenis meja dan
lain-lain, tujuannya juga untuk mencegah anak-anak agar tidak
larut terjebak dalam kerusakan dan kebobrokan disertai usaha
untuk menyatukan mereka dalam kebenaran dan ilmu di tengah
masyarakat Australia yang beragam budaya.
Penutup
Tuan-tuan yang mulia !!
Allah ta'ala berfirman:
وقُلْ اعملُوا فَسيرى اللهُ عملَكُم ورسوُله والْمؤمنونَ وستردونَ ِإَلى عالمِ 
( سورة التوبة: 105 )  الغيبِ والشهادة فَينبُئكُم ِبما كُنتم تعملُونَ
Maknanya: "Dan katakanlah: Bekerjalah kamu, maka Allah dan
Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan
kamu akan dikembalikan kepada Allah yang maha mengetahui akan
yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang
telah kamu kerjakan" (Q.S. at-Taubah: 105)
Karena mengamalkan ayat tersebut, kami mengajak kepada
segenap mukhlishin untuk merapatkan barisan dan menyatukan
upaya dalam menebarkan kebaikan karena mengharap pahala dari
Allah ta'ala. Mari bersama kita wujudkan cita-cita kita, bersama
kita mencapainya, mencurahkan tenaga, memberikan sumbangsih
dan berkorban, mempersiapkan bekal di akhirat-lah yang
menggerakkan kita semua.
Kita akan terus berjalan, terus melangkah, kita renungi masa
lalu, sekarang kita berusaha, dan kita merencanakan untuk masa
yang aka n datang, tangan kami terulur untuk menjabat tangan
setiap orang yang ikhlas, untuk melewati hidup bersama menuju
masa depan yang lebih baik.
Sikap saling membantu dan saling mendukung akan
memperkuat dan mempermudah, kami dan anda sama-sama
membutuhkan bangunan yang tinggi dan cita-cita yang
menjulang, harapan-harapan yang terwujud, agar menara
peradaban menjulang tinggi dan ummat berdiri kokoh di atas
jalan yang benar, Allah ta'ala berfirman:
وتعاونوا علَى البِر والتقْوى ولاَ تعاونوا علَى الإِثْمِ والعدوان، واتقُوا اللهَ، 
( سورة المائدة: 2 )  ِإنَّ اللهَ شديد العقَابِ
Maknanya: "Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan)
kebajikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan
pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah
amat berat siksa-Nya" (Q.S. al Maa-idah: 2)
Inilah akhir ceramah, nasehat dan pengalaman kami, Allah-lah
yang memberikan taufiq, kepada-Nya kami bertawakkal dan akhir
doa kami adalah Al Hamdu lillahi Rabbil 'Alamin.
( سبحان ربك رب العزة عما يصفون & وسلام على المرسلين &
 والحمد لله رب العالمين

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar